Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Apresiasi Pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Buka Akses Warga Pedalaman

Redaksi 07-04-2026, 01:15 WIB 2 menit baca
Proses pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dusun Tandang di Kecamatan Parenggean. (FOTO:ISTIMEWA)
Proses pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dusun Tandang di Kecamatan Parenggean. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dusun Tandang, Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat apresiasi dari DPRD setempat karena dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas terealisasinya pembangunan infrastruktur tersebut, yang selama ini sangat dinantikan warga.

“Kami dari DPRD Kabupaten Kotim mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Haji Prabowo Subianto yang telah membantu pembangunan jembatan gantung ini untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Menurut Juliansyah, kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat. Sebelumnya, warga harus mengandalkan sarana sederhana seperti rakit dan klotok untuk menyeberang sungai.

“Ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus menyeberang, serta masyarakat yang membawa hasil kebun seperti sayur-mayur. Sekarang akses menjadi lebih mudah dan aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka konektivitas antarwilayah. Sejumlah desa yang kini lebih mudah dijangkau di antaranya Desa Sebungsu di Kecamatan Tualan Hulu serta Desa Beringin Tunggal Jaya.

“Dengan adanya jembatan ini, hubungan antar desa semakin lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat juga akan ikut meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, Juliansyah berharap pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut dapat terus berlanjut, khususnya pembangunan jembatan permanen berbahan beton untuk mendukung jalur trans antarwilayah.

“Kami berharap ke depan dapat dibangun jembatan beton sebagai penghubung jalur trans dari SP 2 hingga SP 7. Usulan ini sudah beberapa kali kami sampaikan, namun masih terkendala anggaran,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa bisa merawat jembatan ini dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tandasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang diinisiasi oleh TNI. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah pedalaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard