seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ngopi Bareng di Ikon Jelawat, DKUPP Kotim Dorong Peningkatan UMKM

by Redaksi - Tanggal 19-04-2026,   jam 03:12:00
DKUPP Kotim melaksanakan ngopi barang di kawasan Ikon Ikan Jelawat. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) menghadirkan inovasi baru untuk mendorong geliat pelaku usaha lokal. Program bertajuk ngopi bareng bersama UMKM mulai digelar rutin setiap malam Minggu di kawasan ikon Patung Jelawat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DKUPP Kotim, Muslih, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah interaksi antara masyarakat dengan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan ikon daerah.

“Seperti yang kemarin kita sampaikan, kami mencoba satu kegiatan baru, yaitu ngopi bareng bersama UMKM dan pelaku usaha di Kotim, sekaligus memperkenalkan ikon Jelawat yang menjadi bagian dari tugas kami,” ujar Muslih, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan ini telah memasuki minggu kedua. Sebelumnya kegiatan digelar di halaman swalayan UMKM, dan kini dipusatkan di kawasan Patung Jelawat sebagai lokasi utama ke depan.

“Malam ini kita laksanakan di Patung Jelawat. Insya Allah ke depannya akan tetap di sini. Harapan kami, semakin banyak pengunjung yang datang sehingga bisa membantu pelaku UMKM di sekitar,” ucapnya.

Menurut Muslih, pada tahap awal pihaknya belum melibatkan banyak pelaku UMKM. Hal ini dilakukan untuk melihat antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut.

Ia juga berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Pariwisata, mengingat konsep acara turut menghadirkan hiburan seperti musik langsung.

“Kami berharap ada dukungan dari OPD, khususnya Dinas Pariwisata, karena kegiatan ini juga ada live music. Harapannya, ini bisa menjadi agenda rutin setiap malam minggu di Kotim,” katanya.

Lebih lanjut, Muslih optimistis program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah.

“Harapan kita, dengan adanya live music dan ramainya pengunjung, UMKM yang berjualan di sini akan meningkat penghasilannya. Jika nanti sudah ramai dan viral, kita akan gandeng lebih banyak UMKM untuk bergabung,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika kegiatan ini berkembang menjadi kebiasaan masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Target awal tentu membantu UMKM. Ke depan, jika ini sudah benar-benar berkembang dan menjadi kebiasaan masyarakat setiap malam minggu, maka akan berdampak pada peningkatan retribusi daerah,” pungksnya. (f1/sb)