seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Satu Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Barito Utara Masih Berkeliaran

by Redaksi - Tanggal 25-04-2026,   jam 05:23:26
Kapolres Barito Utara, Singgih Febyanto Kapolres Barito Utara, Singgih Febyanto

SB, PALANGKA RAYA – Pengungkapan kasus pembunuhan sadis yang menewaskan satu keluarga di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur terus bergulir. Dari empat tersangka yang terlibat, satu pelaku hingga kini masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febyanto, mengungkapkan bahwa identitas pelaku yang melarikan diri tersebut telah dikantongi pihak kepolisian.

“Semua tersangkanya ada empat orang. Namun saat ini satu orang masih dalam status buron atau DPO, dan identitasnya sudah kami kantongi,” ujarnya ditemui di Mapolda Kalteng, Jumat (24/4/2026) malam.

Ia menambahkan, pelaku yang masih diburu itu diketahui merupakan warga Desa Benangin. Saat ini, tim gabungan terus melakukan pengejaran dengan memperluas koordinasi lintas wilayah guna mempersempit ruang gerak pelaku.

“Pelaku yang buron ini juga merupakan warga Benangin, dan saat ini masih dalam pengejaran intensif oleh tim kami,” tegasnya.

Menurut Singgih, aksi pembunuhan tersebut dipicu konflik lama terkait sengketa lahan yang tak kunjung selesai. Perselisihan yang terjadi kemudian memanas hingga berujung aksi kekerasan.

“Motifnya karena sengketa lahan yang sudah cukup lama terjadi, kemudian berujung cekcok mulut hingga tersulut emosi dan terjadi aksi pembunuhan,” jelasnya.

Sementara itu, tiga tersangka lainnya masing-masing berinisial FN, LK, dan SA telah lebih dulu diamankan aparat kepolisian. Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda, satu orang ditangkap di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur, sedangkan dua lainnya diamankan di wilayah Kalimantan Tengah.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di sebuah pondok hutan kawasan KM 80, yang berada di perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Kejadian ini sempat menggegerkan warga lantaran tingkat kekerasan yang terjadi.

Dalam insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50). Seluruh korban diketahui merupakan warga Desa Benangin 2, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.

Satu korban lainnya, Alfian (40), berhasil selamat meski mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh. (rk/sb)