seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pemuda 19 Tahun Tewas Tenggelam di Bekas Galian Pelindo Kotim, Sempat Rekam Video Sebelum Tenggelam

by Redaksi - Tanggal 02-05-2026,   jam 02:31:02
Korban ketika dievakuasi setelah ditemukan oleh sejumlah warga. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Tragedi memilukan terjadi di kawasan bekas galian lama Pelindo, Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Seorang pemuda berinisial R bin M (19) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas galian tersebut, Jumat (1/5/2026) sore.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.46 WIB di kawasan Jalan HM Arsyad KM 31. Korban diketahui sebelumnya sedang berolahraga sore dan melintas dari rumahnya menuju arah PDAM sebelum akhirnya menuju area bekas galian yang kini tergenang air dan kerap dijadikan tempat berenang warga.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko menjelaskan, sebelum kejadian korban sempat bertemu dengan beberapa rekannya di lokasi tersebut.

“Sekitar pukul 16.00 WIB korban datang ke area bekas galian dan bertemu beberapa saksi. Korban sempat meminta ditunjukkan jalan menuju kolam, kemudian berada di lokasi bersama teman-temannya yang sedang berenang,” ujar Edy, Sabtu (2/5/2026).

Di lokasi, korban diketahui sempat merekam video dan mengambil foto menggunakan ponselnya. Saat diajak untuk ikut berenang, korban sempat menolak.

“Korban sempat ditanya oleh rekannya apakah bisa berenang, dan hanya menjawab dengan senyuman serta mengatakan tidak ikut berenang,” jelasnya.

Namun tak lama kemudian, situasi berubah menjadi panik. Rekan-rekan korban menyadari bahwa R sudah tidak terlihat di permukaan air.

“Salah satu saksi melihat korban masuk ke bagian kiri kolam. Setelah itu korban tidak muncul lagi ke permukaan,” tambah Edy.

Mengetahui hal tersebut, para saksi langsung melakukan pencarian dengan cara menyelam secara bergantian. Setelah beberapa saat, tubuh korban akhirnya ditemukan di dalam air.

“Korban berhasil ditemukan setelah salah satu rekannya merasakan sentuhan tubuh saat menyelam, kemudian bersama-sama korban diangkat ke permukaan,” ungkapnya.

Rekan korban sempat memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke daratan sejauh kurang lebih 300 meter dari lokasi kolam. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan mobil pikap menuju puskesmas terdekat.

“Namun sesampainya di puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata Edy.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk pemeriksaan visum et repertum (VER).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan bekas galian yang memiliki kedalaman tidak menentu dan berpotensi membahayakan jiwa. (f1/sb)