seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tidak Ada Kepastian Tanggung Jawab Perusahaan, Warga Hanjalipan Mengadu ke Bupati

by Redaksi - Tanggal 17-02-2023,   jam 11:17:56
FOTO BERSAMA : Perwakilan masyarakat Hanjalipan saat bertemu Bupati Kotim, H Halikinnor. (FOTO:WARGA) FOTO BERSAMA : Perwakilan masyarakat Hanjalipan saat bertemu Bupati Kotim, H Halikinnor. (FOTO:WARGA)

SB, SAMPIT – Warga Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengadu kepada Bupati, H Halikinnor tentang pencemaran lingkungan akibat kebocoran pipa limbah pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Karunia Kencana Permai Sejati (PT KKPS) III.

Hal tersebut bentuk kekecewaan masyarakat karena tidak ada etikat baik dari pihak perusahaan yang bergerak dalam perkebunan kelapa sawit tersebut. Sebab, akibat kebocoran pipa limbah yang terjadi membuat anak Sungai Lais tercemar dan ribuan ikan mati.

Padahal masyarakat desa telah berusaha untuk menyelesaikan masalah secara baik tetapi belum kejelasan dari pihak perusahaan, sehingga pada Senin 13 Februari 2023 mereka menggelar aksi demo di depan PKS PT KKPS III.

Kepala Desa Hanjalipan, Sapriansyah menjelaskan, dikarena permasalahan tersebut tidak mendapatkan kepastian dari perusahaan sehingga meminta bantuan bupati untuk memediasi.

“Kemarin kita sudah ketemu bapak bupati dan disana mnyampaikan aspirasi masyarakat. Dan bapak bupati berjanji melakukan mediasi pada hari Rabu nanti,” terangnya, Jumat (17/2/2023).

 Dalam tuntutan masyarakat adalah menuntut tanggung jawab pihak perusahaan tentang dampak pencemaran lingkungan akibat kebocoran pipa limbah. Akibat dari limbah tersebut Sungai Lais sebagai tempat beraktivits seperti mencari ikan, masak dan mencuci.

“Sampai sekarang masyarakat takut mengkonsumsi air sungai tersebut, karena tidak ada jaminan bahwa benar-benar sudah aman atau tidak. Jadi ini salah satu tuntutan masyarakat,” tutur Kades Hanjalipan. (sb)