Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyerahkan cenderamata kepada narasumber kegiatan Rapat Kerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan membuka Rapat Kerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2026 yang digelar di Gedung Graha Bhayangkara, Mapolda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut Km. 1, Palangka Raya, Rabu (13/5/2026).
Rapat kerja tersebut mengusung tema “Akselerasi Forum LLAJ Guna Mewujudkan Jalan yang Aman, Angkutan yang Tertib, dan Perilaku yang Berkeselamatan Menuju Zero Accident dan Zero Fatality”, serta dihadiri sejumlah pejabat penting daerah dan nasional.
Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Kepala Pusat Studi Kepolisian Komjen Pol Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait yang tergabung dalam Forum LLAJ.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas atau Kamseltibcarlantas harus menjadi prioritas utama yang setara pentingnya dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Evaluasi tahun 2025 menunjukkan angka kecelakaan memang menurun, tetapi secara jumlah masih tinggi. Ribuan kecelakaan terjadi dengan korban luka dan meninggal yang masih memprihatinkan. Hal ini harus kita sikapi secara serius,” ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Ia menekankan bahwa target Zero Accident dan Zero Fatality tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, diperlukan perubahan paradigma dalam penanganan persoalan lalu lintas, termasuk penguatan kolaborasi antarinstansi serta pemanfaatan teknologi melalui pengembangan konsep Smart City.
“Harapannya langkah ini bisa memberi pelayanan prima dan menjadi solusi bagi masyarakat guna menciptakan rasa aman, seperti yang sudah berjalan di kota-kota besar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Kepolisian Komjen Pol Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana dalam pemaparannya menyoroti pentingnya penerapan konsep Smart City dan Road Safety Policing sebagai fondasi dalam membangun sistem transportasi yang modern, tertib, dan aman di Kalimantan Tengah.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Raker Forum LLAJ yang dinilai menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kegiatan ini bukan sekadar koordinasi teknis, melainkan bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan. Kita ingin meningkatkan literasi lalu lintas masyarakat agar setiap individu memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keselamatan dirinya maupun orang lain,” ujarnya.
Melalui forum ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Tengah dapat semakin memperkuat sinergi dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menurunkan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya secara berkelanjutan. (sb/*)