LAPOR : Pengacara Sabam Sitanggang saat melaporkan Cornelis ke Polda Kalteng. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Kuasa hukum Sugiman dari Kantor Hukum Binti, Sabam Sitanggang melaporkan kasus letusan senjata api yang dikeluarkan oleh Cornelis di lokasi perusahaan PT Berkala Maju Bersama (PT BMB) Desa Belawan Mulia, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, ke Polda Kalteng, Jumat (17/2/2023) sore.
Sabam mengatakan, dugaan tindak pidana yang mereka laporkan adalah pelanggaran Pasal 335, ayat 1e yang terkait ancaman kekerasan, ancaman dengan sesuatu perbuatan lain, ataupun ancaman dengan perbuatan yang tak menyenangkan, terhadap orang lain, diancam hukum penjara selama-lamanya satu tahun.
“Sugiman adalah korban sehingga wajar melaporkan dirinya yang merasa ketakutan dan terancam, setelah mendengar suara letusan senpi, saat itu Cornelis memegang senpi yang diletuskannya," ungkap Sabam kepada wartawan.
Sementara itu, raut gembira terpancar di wajah Sugiman, setelah menerima Surat Tanda Terima Laporan Polisi yang ditandatangani Ajun Komisaris Polisi Fitriansyah Nor.
“Saya berterima kasih kepada SPKT Polda Kalteng atas diterimanya laporan saya terhadap dugaan pengancaman yang dilakukan oleh Cornelis yaitu penembakan di PT BMB," jelas Sugiman.
Sugiman menjelaskan, saat mau Salat Magrib bersama anak dan istrinya pada tanggal 5 November 2022, ia dan keluarga mendengar suara letusan senjata api sebanyak 3 kali berturut turut, saat di lewat jendela ternyata Cornelis sedang memegang senpi yang baru diletuskannya.
"Saya sangat ketakutan, apalagi saat itu saya tau sedang ada masalah antara manajemen PT BMB dengan Cornelis, dimana Pak Cornelis tidak menjabat lagi sebagai Direktur PT BMB sehingga ada konflik dan saya meyakini tembakan senpi itu sebagai ancaman," kata Sugiman.
Menutup rilisnya, Sabam Sitanggang mengharapkan Direktorat Reserse umum Kriminal Polda Kalteng, berkenan menangani laporan Polisi dari Sugiman, sebagaimana aturan hukum yang berlaku, dengan memeriksa Sugiman sebagai korban dan memeriksa 3 orang saksi lainnya yang juga ketakutan akibat letusan senjata api tersebut. (ab/sb)