Karung pasir yang dibeli warga Baamang. FOTO: ABU/SB
SB, SAMPIT - Seorang warga Jalan Usman Harun 2 Gang Gudang Kuning Nomor 34, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, Jamila, menjadi korban penipuan bermodus penjualan beras murah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp400 ribu.
Jamila menceritakan, peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama keluarga berada di depan rumah. Saat itu datang seorang pria menggunakan sepeda motor menawarkan beras dengan harga di bawah pasaran.
"Awalnya kami berdiri di belakang mobil melihat rambutan. Tiba-tiba ada orang naik motor singgah menawarkan beras. Katanya beras Jawa dan kualitasnya bagus," ujar Jamila, saat diwawancarai, pada Senin (8/6/2026).
Pelaku menawarkan beras dengan harga Rp14 ribu per kilogram. Setelah ditawar, harga diturunkan menjadi Rp13 ribu per kilogram. Karena tergiur harga murah, korban sepakat membeli sekitar 30 kilogram beras.
Sebelum transaksi berlangsung, pelaku sempat meminta uang Rp10 ribu dengan alasan untuk membeli bensin.
"Dia bilang pinjam Rp10 ribu untuk beli bensin. Kami kasih, lalu dia minta karung. Setelah itu pergi sebentar dan kembali membawa karung yang katanya berisi beras," jelasnya.
Saat pelaku kembali, korban langsung menyerahkan uang pembayaran sebesar Rp400 ribu. Namun, ketika karung dibuka, korban terkejut karena isi karung tersebut bukan beras seperti yang dijanjikan.
"Begitu kami buka, ternyata berasnya cuma sedikit di bagian atas. Di bawahnya isinya pasir. Astaghfirullahaladzim, kami benar-benar tertipu," ungkap Jamila.
Menurut Jamila, pelaku mengaku menjual beras tersebut karena belum menerima gaji dari saudaranya tempat ia bekerja.
Korban mengaku tidak curiga karena pelaku terlihat meyakinkan dan terus berbicara saat transaksi berlangsung. Bahkan, sepeda motor pelaku tetap dalam keadaan menyala ketika menerima uang dari korban.
"Motornya masih hidup saat kami menyerahkan uang. Kami fokus mengambil uang dan membuka karung, jadi tidak menyangka kalau ternyata ditipu," katanya.
Atas kejadian tersebut, Jamila berharap masyarakat lebih waspada terhadap penawaran barang dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran agar tidak mengalami kejadian serupa.
"Saya berharap warga lebih berhati-hati. Jangan mudah percaya kalau ada yang menawarkan barang murah, apalagi kalau belum diperiksa benar-benar," pungkasnya. (f1/sb)