seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Rumah Kosong Lima Tahun di Junjung Buih III Ludes Terbakar

by Redaksi - Tanggal 13-06-2026,   jam 07:31:40
Kobaran api saat melahap rumah warga yang ditinggal kosong di Jalan Junjung Buih III. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Kebakaran menghanguskan satu unit rumah kosong di Jalan Junjung Buih III Gang TMG Mangkusari, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Jumat (12/6/2026) malam. Meski bangunan ludes dilalap api, kesigapan petugas dan warga berhasil mencegah kobaran merembet ke rumah-rumah lain yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari rumah nomor 45 yang sudah lama tidak dihuni. Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan melahap hampir seluruh bangunan permanen berukuran sekitar 6 x 6 meter itu.

Salah seorang saksi, Hely Hernia (47), mengaku mengetahui peristiwa itu setelah mendengar teriakan warga yang menyebut telah terjadi kebakaran. Ia kemudian keluar rumah dan melihat api sudah berkobar di bagian atap bangunan.

"Saat saya berada di rumah, tiba-tiba terdengar teriakan kebakaran. Ketika keluar, saya melihat api sudah menyala di bagian atap kamar kedua rumah tersebut," ujar Hely.

Menurut Hely, rumah itu telah kosong selama kurang lebih lima tahun terakhir. Bahkan, sejak dua tahun lalu bangunan tersebut diketahui telah dipasangi papan penyitaan agunan kredit oleh salah satu koperasi dan dalam kondisi terkunci.

"Rumah itu sudah lama tidak ditempati. Dua hari lalu saya sempat melihat pintu dan jendelanya terbuka, lalu saya mencoba menutupnya, tetapi tidak bisa tertutup rapat," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim BPK Kamboja, Sucipto mengatakan, laporan kebakaran diterima tidak lama setelah api terlihat membesar. Seluruh unsur pemadam langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju lokasi. Akses jalan menuju titik kebakaran cukup baik sehingga armada pemadam dapat masuk dengan cepat dan proses penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Sucipo, rumah yang terbakar diketahui telah kosong selama kurang lebih lima tahun. Berdasarkan informasi warga sekitar, kobaran api pertama kali terlihat dari bagian bawah bangunan sebelum akhirnya menjalar ke seluruh bagian rumah.

“Warga yang pertama melihat api langsung melapor. Informasi cepat seperti ini sangat membantu petugas sehingga kebakaran bisa segera ditangani sebelum meluas ke bangunan lain,” katanya.

Rumah yang terbakar berada di tengah kawasan permukiman dengan jarak antarbangunan yang sangat rapat. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena api berpotensi merembet ke rumah warga di sisi kiri dan kanan.

“Posisi rumah saling berdempetan. Kalau terlambat beberapa menit saja, kemungkinan besar api akan menjalar ke bangunan lain. Syukurnya api berhasil kami kuasai sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dimulai,” ungkapnya.

Dalam proses pemadaman, petugas memanfaatkan suplai air dari armada tangki serta sumber air di saluran drainase sekitar lokasi. Sejumlah unsur terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari BPK swadaya, Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, BPBD, unsur karhutla, PLN, TNI, Polri hingga relawan lainnya.

“Kerja sama seluruh unsur di lapangan menjadi kunci keberhasilan penanganan kebakaran ini. Rumah yang terbakar memang mengalami kerusakan total, tetapi bangunan di sekelilingnya berhasil diselamatkan,” tegasnya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 22.00 WIB hingga 22.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. (rk/sb)