RSUD dr Murjani Jadi Rumah Sakit Kedua di Kalteng dengan Layanan Jantung Intervensi
SB, SAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit resmi menjadi rumah sakit kedua di Kalimantan Tengah yang mampu memberikan layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) untuk penanganan penyakit jantung.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan, kehadiran layanan Cathlab merupakan tonggak penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menurutnya, masyarakat kini tidak perlu lagi khawatir karena pelayanan yang diberikan telah memenuhi standar nasional.
"Jadi tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat Kotim dan sekitarnya karena pelayanan yang kami lakukan sudah sesuai mutu dan standar nasional," kata Yulia.
Ia menjelaskan, keberadaan Cathlab sangat dibutuhkan mengingat angka kasus penyakit jantung di Kotim masih cukup tinggi. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Poli Jantung Gita mencapai 8.375 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.756 pasien atau sekitar 56 persen terindikasi memerlukan tindakan Cathlab karena menderita penyakit jantung koroner maupun angina pektoris.
"Kalau kita hitung rata-rata, setiap hari ada sekitar 13 sampai 15 warga yang terindikasi memerlukan tindakan Cathlab. Bisa dibayangkan manfaat dari perjanjian kerja sama dan proctorship pada hari ini bagi masyarakat Kotim dan sekitarnya," ujarnya.
Yulia menambahkan, sebelum layanan ini hadir di Sampit, tindakan Cathlab di Kalimantan Tengah hanya tersedia di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Dengan beroperasinya layanan di RSUD dr Murjani, akses masyarakat terhadap pelayanan jantung intervensi menjadi semakin luas.
Ia menyebutkan, hingga saat ini masih terdapat 12 kabupaten di Kalimantan Tengah yang belum memiliki fasilitas Cathlab. Oleh karena itu, kerja sama jejaring pengampuan dibangun agar pasien dari berbagai daerah juga dapat memperoleh layanan di RSUD dr Murjani.
"Karena itu dilakukan kerja sama agar apabila ada pasien dari kabupaten lain juga bisa ditangani di Sampit," tuturnya.
Pelaksanaan tindakan perdana Cathlab di RSUD dr Murjani dilaksanakan melalui program proctorship intervensi nonbedah dengan pendampingan dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta sebagai pengampu nasional serta RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya sebagai pengampu regional. Program tersebut menjadi bagian dari upaya transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi tenaga medis agar layanan Cathlab di RSUD dr Murjani dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. (f1/sb)