seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RSUD dr Murjani Sampit Kantongi Standar Nasional Layanan Jantung

by Redaksi - Tanggal 02-07-2026,   jam 10:44:01
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau ruangan layanan Jantung RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau ruangan layanan Jantung RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). RSUD dr Murjani Sampit kini resmi diakui telah memenuhi standar nasional dalam penyelenggaraan layanan jantung dan pembuluh darah. Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan sekaligus membuka akses penanganan penyakit jantung yang lebih cepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan keberhasilan pelaksanaan proctorship membuktikan rumah sakit yang dipimpinnya telah layak memberikan pelayanan jantung sesuai standar nasional.

"Manfaat paling besar tentu untuk masyarakat Kotim. RSUD dr Murjani sudah dijustifikasi layak memberikan pelayanan sesuai standar nasional," ujar dr Yulia, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, kebutuhan layanan jantung di Kotim sangat tinggi. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 8.375 kunjungan ke Poliklinik Jantung. Dari jumlah tersebut, 4.756 pasien atau sekitar 56 persen merupakan penderita penyakit jantung koroner dan angina yang membutuhkan tindakan Cath Lab.

"Artinya, setiap hari ada sekitar 13 hingga 15 pasien di Kotim yang memerlukan layanan intervensi jantung. Dengan hadirnya fasilitas Cath Lab di RSUD dr Murjani, masyarakat kini bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr Eddy Kelana, menyebut pelaksanaan proctorship perdana di RSUD dr Murjani sebagai sejarah baru bagi pelayanan jantung di Kalimantan Tengah.

"Pelaksanaan proctorship ini merupakan batu loncatan yang luar biasa. Kita sedang memotong jarak dan waktu penanganan medis demi menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat Kalimantan Tengah," katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga menjadi komitmen membangun sistem jejaring rujukan kardiovaskular yang lebih kuat dan merata di seluruh wilayah.

Senada, Direktur Pelayanan Operasional Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr Haruddin, mengatakan pengoperasian Cath Lab di Sampit merupakan bagian dari program nasional pemerataan layanan jantung.

"Momentum hari ini bukan hanya menyelamatkan sembilan pasien yang menjalani intervensi, tetapi menjadi kebangkitan Kotim dalam menghadirkan layanan jantung berkualitas tinggi berstandar nasional. PR berikutnya adalah memastikan layanan ini terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya," pungkasnya. (sb/*)