Lewati ke konten utama
HUKUM

Bupati Lamandau Soroti Dugaan Percobaan Pemerkosaan Nakes di Karang Besi

Redaksi 03-07-2026, 17:34 WIB 2 menit baca
Ilustrasi
Ilustrasi

SB, NANGA BULIK– Dugaan kasus percobaan pemerkosaan terhadap seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Desa Karang Besi, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, perkembangan penanganan kasus yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian disebut belum diketahui, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan petugas yang bertugas di wilayah pelosok.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra saat di jumpai oleh awak media setelah acara Coffee Morning Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dirangkai dengan Launching Penerapan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Jumat (3/7/2026) dirinya menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.

"Kasus yang menimpa tenaga kesehatan itu harus menjadi perhatian serius, agar memberikan rasa aman bagi para petugas yang mengabdi di desa-desa terpencil," ujarnya. 

Sementara Kepala Puskesmas Bayat, Santor, membenarkan kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini ditangani oleh Polsek Tapin Bini. Peristiwa itu diperkirakan terjadi perkiraan pada bulan April tahun 2025, bertepatan dengan perayaan Jum'at Agung.

"Kami sudah membuat laporan ke Polsek Tapin Bini. Sampai hari ini saya belum mengetahui sejauh mana perkembangan penanganannya," ujar Santor.

Korban diketahui bernama Mistiah, seorang tenaga kesehatan yang bertugas di Desa Karang Besi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa terjadi kurang lebih sekitar pukul 00.00 WIB saat kondisi rumah dalam keadaan gelap.

Diduga, seorang pria masuk ke dalam rumah hingga ke kamar Nakes. Saat itu korban terbangun dan langsung berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, pelaku panik dan melarikan diri melalui pintu belakang.

Santor kepala puskesmas Bayat berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, keamanan tenaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama agar mereka tetap merasa aman saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil.

"Harapan kami ke depan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semua pihak harus bersama-sama menjaga keamanan, ketenteraman, dan toleransi. Kalau kejadian seperti ini terus terjadi, petugas kesehatan akan takut bertugas di pelosok," tegasnya.

Kasus tersebut hingga kini masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari aparat kepolisian. Masyarakat berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara transparan sehingga memberikan kepastian hukum bagi korban sekaligus menjamin rasa aman bagi tenaga kesehatan yang bertugas di plosok Kabupaten Lamandau.(BY/SB)

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard