Lewati ke konten utama
Provinsi

OJK Ajak Komunitas Sepeda Melek Investasi, Targetkan 1.000 Investor Baru di Kalteng

Redaksi 21-07-2026, 10:27 WIB 1 menit baca
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan sambutan usai goes yang digelar Komunitas HASI dalam memeriahkan hari jadi Kota Palangka Raya ke-69. (FOTO: ISTIMEWA)
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan sambutan usai goes yang digelar Komunitas HASI dalam memeriahkan hari jadi Kota Palangka Raya ke-69. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalteng bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalteng mengajak masyarakat, khususnya komunitas sepeda, untuk mulai mengenal dan berinvestasi di pasar modal. Edukasi tersebut dikemas melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal yang dirangkai dengan pembukaan rekening investasi di Muhammad Subuh Center, Sei Gohong, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Palangka Raya Bersepeda yang digelar Komunitas Hakumpul Seli (HASI) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Ulang Tahun ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya.

Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMST) Kantor OJK Provinsi Kalteng, Noor Bima Haru Kurniawan, mengatakan kebiasaan berinvestasi harus dibangun secara konsisten, sama seperti menjaga kebugaran dengan rutin berolahraga.

"Bersepeda mengajarkan kita pentingnya menjaga kebugaran melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Prinsip yang sama juga berlaku dalam menjaga kesehatan finansial. Kondisi keuangan yang sehat dibangun melalui perencanaan yang baik, pengelolaan pengeluaran secara disiplin, serta investasi yang dilakukan secara rutin sesuai kemampuan," kata Bima.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Road to SEPMT 2026 yang menargetkan terbentuknya 1.000 Single Investor Identification (SID) baru di Kalteng sepanjang 2026.

"Kami ingin semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas, memahami pasar modal serta mulai berinvestasi melalui instrumen yang legal, aman, dan diawasi. Dengan begitu, mereka dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti edukasi dan memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan, investasi, serta berbagai produk dan layanan di sektor pasar modal.

"Literasi keuangan bukan hanya mengenal produk investasi, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak agar masa depan finansial menjadi lebih sehat dan terencana," tutup Bima. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard