Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

BKK Sampit Bentuk Forum Bandara Sehat, Siaga Hadapi Penyakit Menular dan Karhutla

Redaksi 21-07-2026, 11:07 WIB 1 menit baca
Pelaksanaan foto bersama usai melaksanakan rapat. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pelaksanaan foto bersama usai melaksanakan rapat. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit menular hingga dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk Forum Bandara Sehat di Bandara H Asan Sampit, Selasa (21/7/2026).

Langkah ini dibarengi penyusunan dokumen rencana kontingensi sebagai pedoman penanganan kondisi darurat kesehatan.

Kepala BKK Kelas II Sampit, dr I Gusti Ayu Agung Darmawati, mengatakan pembentukan forum tersebut menjadi upaya menyatukan komitmen seluruh instansi agar penanganan kedaruratan kesehatan di pintu masuk wilayah Kotawaringin Timur berjalan cepat dan terkoordinasi.

"Kami membentuk Forum Bandara Sehat sekaligus menyusun dokumen rencana kontingensi sebagai bentuk sinergi lintas sektor. Tujuannya agar semua pihak memiliki peran yang jelas saat terjadi kondisi darurat kesehatan," ujarnya.

Rapat koordinasi diikuti sekitar 55 peserta secara langsung dan 30 peserta secara daring. Peserta berasal dari pengelola Bandara H Asan Sampit, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, Dinas Perhubungan, hingga sejumlah instansi terkait yang akan terlibat dalam penanganan apabila terjadi wabah penyakit maupun dampak kabut asap akibat karhutla.

Darmawati menjelaskan, setiap instansi memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda yang harus dijalankan secara terpadu. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat ketika terjadi situasi darurat.

"Semua pihak memiliki peran masing-masing. Kalau koordinasinya baik, respons terhadap penyakit menular maupun dampak kabut asap bisa dilakukan lebih cepat," katanya.

Sebagai tindak lanjut, BKK Kelas II Sampit akan melakukan asesmen kesiapan fasilitas dan pemenuhan indikator Bandara Sehat.

Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar untuk melengkapi berbagai kebutuhan sehingga Bandara H. Asan Sampit ditargetkan siap diusulkan mengikuti penilaian Bandara Sehat pada 2028. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard