Traffic Light dan Lampu Jalan di Sampit Terganggu Akibat Pemadaman Listrik, Dishub Ganti 30 Komponen
SB, SAMPIT – Pemadaman listrik yang terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada operasional lampu lalu lintas (traffic light) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Akibatnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim harus melakukan penyetelan ulang hingga mengganti puluhan komponen yang rusak.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan sebagian besar traffic light di Sampit masih menggunakan sistem timer. Saat listrik padam selama berjam-jam, pengaturan waktu pada perangkat otomatis bergeser sehingga lampu lalu lintas maupun PJU tidak lagi bekerja sesuai jadwal.
"Kalau listrik padam enam sampai tujuh jam, timer ikut bergeser. Akibatnya ada lampu yang masih menyala pada siang hari atau justru belum menyala saat malam. Semua itu harus kami setel ulang," ujar Raihansyah, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, proses kalibrasi ulang sebenarnya tidak memakan waktu lama. Namun, pekerjaan tersebut hanya bisa dilakukan oleh teknisi yang memiliki keahlian khusus, sementara jumlah personel yang dimiliki Dishub masih terbatas.
Menurut Raihansyah, kondisi yang paling mengkhawatirkan justru saat listrik padam lalu kembali menyala berulang kali dalam waktu singkat. Fluktuasi tegangan listrik seperti itu dapat merusak komponen elektronik pada panel pengendali traffic light maupun PJU.
"Kalau mati lama biasanya hanya mengubah pengaturan timer. Tetapi kalau hidup-mati terus, komponen elektronik bisa rusak karena tegangan tidak stabil," katanya.
Dampak gangguan tersebut mulai terlihat di sejumlah titik. Hingga kini, Dishub Kotim telah mengganti sekitar 30 kontaktor, yaitu komponen yang berfungsi menghubungkan timer dengan sistem pengendali lampu. Kerusakan itu diduga dipicu oleh tegangan listrik yang tidak stabil selama beberapa hari terakhir.
Meski harus melakukan perbaikan di berbagai lokasi, Raihansyah memastikan belum ada penambahan personel maupun alokasi anggaran khusus untuk penanganan kerusakan tersebut. Saat ini, pihaknya memaksimalkan sumber daya yang ada agar seluruh traffic light dan PJU dapat kembali berfungsi normal.
"Kami fokus mempercepat normalisasi sistem karena traffic light dan PJU sangat penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas," pungkasnya. (f1/sb)