seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kebakaran Hebat di Baamang, Empat Rumah dan Satu Gudang Ludes

by Redaksi - Tanggal 12-08-2026,   jam 09:44:00
Kobaran api membakar sejumlah bangunan rumah dan gudang di Baamang, Sampit. (FOTO: ISTIMEWA) Kobaran api membakar sejumlah bangunan rumah dan gudang di Baamang, Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kebakaran hebat menggegerkan warga di kawasan Samekto, tepatnya di Jalan Muchran Ali, Simpang Tiga, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa malam (11/8/2026).

Api membakar sejumlah bangunan di kawasan yang cukup padat penduduk. Kobaran api dan kepulan asap membuat warga sekitar menjauh dari lokasi karena khawatir api meluas ke bangunan lainnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB.

“Kurang lebih pukul 18.00 lewat sedikit, kami menerima laporan dari masyarakat melalui pos darurat. Kami langsung merespons bersama pasukan, personel dan armada yang ada,” ujar Akhmad Taufik.

Menurutnya, petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah relawan pemadam kebakaran (Rekar) langsung melakukan penanganan di lokasi. Setelah berjibaku selama sekitar satu jam, api berhasil dikendalikan sehingga tidak semakin meluas.

“Kurang lebih satu jam, alhamdulillah situasi sudah bisa kami kendalikan. Kami juga dibantu seluruh Rekar yang ada di Kotim, termasuk Rekar Ketapang dan Baamang,” katanya.

Akhmad menjelaskan, kebakaran tersebut berdampak pada empat rumah dan satu gudang. Selain bangunan yang terbakar, terdapat tiga rumah lain di sisi selatan yang turut terdampak akibat kejadian tersebut.

Salah satu rumah yang terbakar diketahui milik warga bernama Heni. Rumah tersebut diketahui memiliki konstruksi kayu sehingga api dengan cepat menghanguskan bangunan.

“Untuk sementara dugaan penyebabnya belum bisa kami tentukan. Informasi dari masyarakat, api berasal dari salah satu rumah, yaitu rumah Ibu Heni. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Akhmad menambahkan, rumah tersebut mengalami kerusakan total akibat dilalap api. Sementara itu, jumlah kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Disdamkarmat Kotim mengerahkan tiga unit mobil pemadam dengan kekuatan sekitar 27 personel. Petugas juga dibantu oleh para relawan pemadam kebakaran yang berada di sekitar lokasi.

“Kami menurunkan tiga mobil dengan kekuatan satu peleton, kurang lebih 27 orang. Personel kami siap siaga 24 jam dan berupaya memberikan respons kepada masyarakat sebelum 15 menit sudah berada di lokasi,” katanya.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka.

Akhmad mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Imbauan saya kepada masyarakat, di musim kemarau ini agar selalu waspada. Sebelum meninggalkan rumah, periksa kompor dan peralatan listrik, serta cabut yang tidak digunakan,” imbaunya.

Ia juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi instalasi listrik, khususnya jaringan yang sudah tua, karena korsleting listrik dapat memicu kebakaran dengan cepat.

“Stop kontak juga diharapkan diperhatikan dengan baik, terutama aliran listrik yang sudah tua dan jaringan-jaringan yang ada. Ancaman dari listrik juga bisa menimbulkan api yang cukup besar,” pungkasnya. (f1/sb)