Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri Silaturahmi Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 RI. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta masyarakat ikut aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan, persoalan karhutla tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian.
Hal itu disampaikan Halikinnor saat menghadiri Silaturahmi Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sampit, Senin (17/8). Menurut Halikinnor, pencegahan harus menjadi perhatian bersama, terutama saat musim kemarau. Pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga harus saling mendukung.
“Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, mencegah kebakaran jauh lebih efektif daripada harus memadamkannya setelah api meluas. “Mencegah lebih baik daripada memadamkan,” ujarnya.
Halikinnor mengatakan, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan. Asap kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak warga kembali memperkuat semangat gotong royong melalui nilai Habaring Hurung. Semangat tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan daerah secara bersama-sama.
Di sisi lain, Halikinnor mengakui pembangunan Kotim masih menghadapi keterbatasan anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah harus semakin efisien, cermat, dan berani menentukan skala prioritas agar pembangunan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, ancaman karhutla dan berbagai persoalan daerah diharapkan bisa ditangani bersama demi Kotim yang lebih aman, sehat, dan sejahtera.
Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri Silaturahmi Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 RI. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Karhutla Bukan Hanya Tugas Pemerintah, Halikinnor: Itu Tanggungjawab Bersama
SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta masyarakat ikut aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan, persoalan karhutla tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian.
Hal itu disampaikan Halikinnor saat menghadiri Silaturahmi Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sampit, Senin (17/8). Menurut Halikinnor, pencegahan harus menjadi perhatian bersama, terutama saat musim kemarau. Pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga harus saling mendukung.
“Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, mencegah kebakaran jauh lebih efektif daripada harus memadamkannya setelah api meluas. “Mencegah lebih baik daripada memadamkan,” ujarnya.
Halikinnor mengatakan, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan. Asap kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak warga kembali memperkuat semangat gotong royong melalui nilai Habaring Hurung. Semangat tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan daerah secara bersama-sama.
Di sisi lain, Halikinnor mengakui pembangunan Kotim masih menghadapi keterbatasan anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah harus semakin efisien, cermat, dan berani menentukan skala prioritas agar pembangunan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, ancaman karhutla dan berbagai persoalan daerah diharapkan bisa ditangani bersama demi Kotim yang lebih aman, sehat, dan sejahtera. (f1/sb)