Anggota DPRD Kalteng, Sudarsono
SB, PALANGKA RAYA – Sebanyak 156 pelajar di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini membuat DPRD Kalimantan Tengah meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperketat pengawasan makanan yang dibagikan kepada siswa.
Anggota DPRD Kalteng Sudarsono mengatakan, keamanan makanan harus menjadi prioritas utama. “Kita prihatin. Kualitas makanan harus dijaga agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Sudarsono.
Para pelajar yang mengalami keluhan terdiri dari 90 siswa SMP Negeri 1 Kuala Pembuang dan 66 siswa SMA Negeri 1 Kuala Pembuang. Mereka dilaporkan mengalami mual, muntah, diare hingga demam pada akhir Juli 2026.
Sudarsono meminta pengawasan dilakukan sejak bahan makanan diterima hingga makanan dibagikan. “Jangan hanya mengejar pelayanan. Bahan baku, proses memasak, penyimpanan sampai makanan diterima siswa harus benar-benar diawasi,” tegasnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I untuk pemeriksaan dan evaluasi. Menurut Sudarsono, evaluasi harus menjadi bahan perbaikan bagi seluruh SPPG di Kalteng.
“Kalau ada kesalahan atau kelalaian, harus dievaluasi. Program MBG harus berjalan, tetapi keamanan makanan tetap yang utama,” ujarnya.
Ia berharap kasus tersebut tidak terulang. Program MBG, kata dia, harus benar-benar memberikan makanan yang aman dan bergizi bagi anak-anak. (sb/*)