Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto
SB, PALANGKA RAYA – Kekurangan guru kejuruan di sejumlah SMK, terutama wilayah pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi perhatian DPRD Kalteng.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan banyak guru kejuruan memasuki masa pensiun, namun belum tersedia tenaga pengganti. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu pembelajaran, khususnya kegiatan praktik siswa.
“Apalagi SMK, ini banyak sekali guru-guru yang terkait dengan kejuruan. Ini yang sekarang banyak yang pensiun, penggantinya tidak ada. Kan jadi masalah kalau seperti itu,” ujar Sugiyarto, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, kebutuhan guru SMK tidak bisa dipenuhi sembarangan karena setiap jurusan membutuhkan tenaga pendidik dengan keahlian yang sesuai. Guru dari bidang berbeda tentu tidak dapat langsung menggantikan pengajar untuk mata pelajaran praktik.
“Enggak mungkin guru tata buku kemudian harus mengajar praktik mesin. Itu kan enggak mungkin,” tegasnya.
Sugiyarto menyebut persoalan tersebut ditemukan saat DPRD melakukan kunjungan ke sejumlah SMA dan SMK di daerah. Karena itu, pemerintah dinilai perlu segera memetakan kebutuhan guru berdasarkan jurusan dan sekolah.
Ia menilai Dapodik dapat menjadi dasar untuk mengetahui sekolah dan bidang keahlian yang mengalami kekurangan guru. Data tersebut selanjutnya bisa digunakan untuk mengusulkan pembukaan formasi tenaga pendidik sesuai kebutuhan.
“Jadi kebutuhan guru ini sebenarnya bisa dilihat dari Dapodik. Tinggal dipetakan mana sekolah dan bidang keahlian yang kekurangan,” pungkasnya. (sb/*)