Lewati ke konten utama
Provinsi

Dikepung Karhutla di Lahan Gambut, Induk dah Anak Orangutan Bertahan di Atas Pohon

Redaksi 03-09-2026, 11:23 WIB 2 menit baca
Petugas ketika menyelamatkan induk dan anak orangutan yang terkepung kebakaran hutan di Sawit Raya, Kecamatan MB Ketapang, Kotim. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Petugas ketika menyelamatkan induk dan anak orangutan yang terkepung kebakaran hutan di Sawit Raya, Kecamatan MB Ketapang, Kotim. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Kepungan api membuat dua orangutan tak punya pilihan. Seekor induk bersama anaknya bertahan di atas pohon, sementara lahan gambut di bawahnya terbakar dan sejumlah titik masih mengeluarkan bara.

Situasi mencekam itu terjadi di kawasan Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Beruntung, keberadaan kedua satwa dilindungi tersebut diketahui saat anggota TNI melakukan patroli penanganan karhutla.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti BKSDA Kalteng bersama jajaran TNI. Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan laporan pertama diterima pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Awalnya kami mendapat laporan dari anggota TNI yang sedang melakukan patroli karhutla. Ada orangutan yang terjebak di areal bekas kebakaran,” kata Muriansyah, Kamis (3/9/2026).

Petugas segera mendatangi lokasi. Namun, penyelamatan tidak bisa dilakukan terburu-buru. Pohon tempat orangutan bertahan berada di kawasan yang baru terbakar. Di bawahnya masih ditemukan bara dan api yang sewaktu-waktu bisa membahayakan petugas maupun satwa.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada BKSDA Kalteng Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun. Tim gabungan bersama OFI langsung bergerak untuk mengevakuasi orangutan.

Dengan penerangan senter dan lampu portabel, tim terus menyisir kawasan terbakar untuk memastikan posisi satwa. Dari pemeriksaan lebih dekat, petugas menemukan fakta penting: orangutan yang terjebak ternyata bukan satu ekor.

Ada induk dan anak orangutan yang masih bertahan di atas pohon. Keduanya kemudian dievakuasi menggunakan metode pembiusan. Setelah berhasil diamankan, induk dan anak orangutan langsung diperiksa oleh dokter hewan dari OFI untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Kedua satwa tersebut kemudian diberi nama Raya dan Rayu. Nama itu diambil dari lokasi penemuan mereka di Jalan Sawit Raya.

Muriansyah mengatakan, kondisi Raya dan Rayu saat ini cukup baik. Namun, keduanya masih harus menjalani observasi sebelum dipastikan dapat kembali ke habitat yang aman.

“Kalau misalkan sehat, maka orangutan ini akan segera kami lepasliarkan,” ujarnya.

Ada dua lokasi yang menjadi pilihan untuk pelepasliaran, yakni Taman Nasional Tanjung Puting atau Suaka Margasatwa Lamandau.

Penyelamatan Raya dan Rayu menjadi pengingat bahwa di balik kepulan asap dan kobaran karhutla, ada satwa liar yang ikut terancam kehilangan habitat. Berkat laporan cepat dan respons tim di lapangan, dua nyawa akhirnya berhasil diselamatkan dari kepungan api. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard