Lewati ke konten utama
Provinsi

Terjebak Karhutla, Trenggiling Mati Terpanggang

Redaksi 07-09-2026, 08:41 WIB 2 menit baca
Pencipta Reptil Sampit, Harie Siswanto menunjukan trenggiling yang terbakar akibat terjebak karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
Pencipta Reptil Sampit, Harie Siswanto menunjukan trenggiling yang terbakar akibat terjebak karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kehidupan satwa liar. Seekor trenggiling berukuran besar ditemukan mati dengan kondisi tubuh hangus terbakar setelah diduga terjebak kobaran api.

Trenggiling yang merupakan satwa dilindungi tersebut ditemukan warga saat menyusuri kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Satwa nokturnal pemakan serangga itu ditemukan dalam kondisi sudah mati dengan sebagian besar tubuhnya hangus terbakar.

Bangkai trenggiling kemudian dibawa oleh Komunitas Pencinta Reptil Sampit untuk ditangani lebih lanjut.

Camat Seranau, Dwi Kushendro, membenarkan adanya penemuan satwa tersebut. Menurutnya, saat ditemukan kondisi trenggiling sudah tidak bernyawa dan bangkainya kemudian dibawa komunitas pencinta reptil.

“Saat ditemukan kondisi sudah mati, bangkai trenggiling tersebut dibawa oleh pencinta reptil,” kata Dwi, Minggu (6/9/2026).

Sementara itu, anggota Komunitas Pencinta Reptil Sampit, Harie Siswanto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga mengenai keberadaan trenggiling di kawasan hutan Terantang Hilir yang terbakar.

Setelah menerima laporan, komunitas kemudian mendatangi lokasi untuk mengevakuasi satwa tersebut. Mereka juga berinisiatif menyusuri kawasan hutan yang terbakar untuk melihat kemungkinan masih adanya satwa lain yang terjebak dan membutuhkan pertolongan.

Namun, dari pencarian tersebut, komunitas hanya menemukan satu ekor trenggiling dalam kondisi sudah mati terbakar.

“Kami menemukan itu di dalam rimba daerah Terantang Hilir, masuk ke dalam dari dermaga sekitar satu jam. Kondisinya sudah mati kebakar, terkurung,” ujar Harie.

Harie menyebut kawasan hutan yang terbakar tersebut memang merupakan habitat trenggiling. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, satwa tersebut juga beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar area perkebunan.

“Memang di sana habitat trenggiling. Keterangan warga, trenggiling berkeliaran di kebun mereka,” jelasnya.

Ia menduga masih terdapat satwa lain yang terdampak kebakaran. Namun, upaya pencarian belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi medan yang sulit dan lokasi habitat berada cukup jauh di dalam kawasan hutan.

“Masih ada sepertinya yang lainnya, tapi medan di sana sulit, jauh di dalam rimba, masuk-masuk. Tubuh trenggiling hangus gara-gara kebakaran hutan," bebernya.

Bangkai trenggiling tersebut selanjutnya dikuburkan oleh Komunitas Pencinta Reptil Sampit.

Penemuan ini menjadi salah satu gambaran dampak karhutla terhadap ekosistem. Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi dan merusak habitat, tetapi juga dapat menyebabkan satwa liar kehilangan tempat berlindung hingga terjebak dalam kobaran api. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard