Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Hadapi Ancaman Karhutla, Lamandau Kerahkan 150 Personel dan Perkuat Patroli

Redaksi 29-09-2026, 07:14 WIB 1 menit baca
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Kapolres dan Dandim cek dalam Apel Gabungan Gelar Sarana dan Prasarana (Sarpras) Karhutla yang berlangsung di Halaman Apel Polres Lamandau, Senin (28/9/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Kapolres dan Dandim cek dalam Apel Gabungan Gelar Sarana dan Prasarana (Sarpras) Karhutla yang berlangsung di Halaman Apel Polres Lamandau, Senin (28/9/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, NANGA BULIK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Lamandau kembali menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan instansi terkait memperkuat kesiapan personel maupun peralatan untuk menghadapi potensi kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan melalui Apel Gabungan Gelar Sarana dan Prasarana (Sarpras) Karhutla yang berlangsung di Halaman Apel Polres Lamandau, Senin (28/9/2026).

Sebanyak sekitar 150 personel gabungan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar serta TAGANA.

Apel dipimpin langsung Bupati Lamandau Dr. Rizky Aditya Putra, S.E., M.M., bersama Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. dan Dandim 1017/Lamandau Letkol Ady Kurniawan, M.Tr.Han.

Di hadapan personel gabungan, Bupati Rizky meminta seluruh unsur tidak menunggu sampai kebakaran terjadi. Pencegahan dan deteksi dini harus dilakukan sejak munculnya tanda-tanda awal potensi Karhutla.

“Pencegahan merupakan langkah utama. Tingkatkan kehadiran personel di lapangan, lakukan deteksi dini, perkuat patroli dan segera respons setiap informasi terkait potensi Karhutla,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan personel di lapangan menjadi bagian penting untuk mengetahui lebih cepat apabila muncul titik rawan kebakaran. Patroli juga perlu diperkuat di wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla.

Selain kesiapan personel, Bupati juga menekankan pentingnya memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla dalam kondisi siap digunakan.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting. Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Melalui apel gabungan tersebut, Pemkab Lamandau bersama TNI, Polri dan instansi terkait menunjukkan kesiapan menghadapi ancaman Karhutla.

"Sekaligus memperkuat koordinasi agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas," pungkasnya.(BY/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard