Korban saat menjelasan kronolgi kejadian kepada personel kepolisian. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA - Seorang pengamen di Kota Palangka Raya bernama Septian (33) dibacok oleh temannya sendiri Arul (36) di sebuah barak di Jalan Patimura, Kota Palangka Raya pada Senin (6/3/2023) sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban dan pelaku sering mangkal di bawah Jembatan Kahayan. Yang pada awalny korban yang tinggal di Jalan Pantung Seth Adji dan pelaku sama-sama menggadaikan sepeda motor milik pelaku.
Yang mana keduanya pun telah sepakat uang hasil penggadaian Rp 600 ribu akan dibagi dua, sedangkan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Uang hasil gadai motor kita bagi dua dan itu semua sudah saling sepakat dari awal antara saya dan pelaku," kata Septian.
Dijelaskannya, saat mendatangi rumah pelaku untuk membicarakan masalah pengambilan sepeda motor dengan niat baik, dia (korban) langsung dibacok menggunakan senjata tajam yang ada di barak pelaku.
Sebelumnya, pelaku juga menyita hp korban dengan maksud untuk jaminan sebelum sepeda motor tersebut ditebus. Akan tetapi pelaku malah membacok korban saat bertamu ke baraknya.
"Saya ingin menanyakan untuk tebusan sepeda motor apakah bagi dua atau saya berapa gitu pak, tidak lama pelaku mengambil senjata tajam dan menyerang saya dan mengancam mau membunuh," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di jari tangan setelah sempat menangkis sabetan senjata tajam dari pelaku. Saat ini korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polresta Palangka Raya untuk dilakukan proses. (ab/sb)