DPRD Kalteng Minta Pemeriksaan Kesehatan Berkelanjutan Akibat Dampak Karhutla
SB, PALANGKA RAYA – Pemadaman karhutla bukan akhir dari penanganan dampaknya. DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah memastikan warga yang terpapar kabut asap mendapat pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan, terutama mereka yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menegaskan pemerintah harus memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat hingga masa pemulihan, bukan hanya saat kebakaran berlangsung.
“Kita jangan hanya berpikir saat ini. Masyarakat kita yang terkena ISPA dan terpapar asap itu harus mendapat perhatian juga,” tegas Junaidi, Kamis (22/10/2026).
Perhatian tersebut dinilai mendesak di tengah tingginya kasus ISPA di Kalteng. Data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng mencatat 5.916 kasus baru hingga minggu ketiga Oktober 2026. Total kasus sejak awal tahun mencapai 121.220.
Menurut Junaidi, warga yang terpapar asap perlu mendapat pemeriksaan lanjutan untuk memantau kondisi pernapasan mereka. Pemeriksaan tidak seharusnya berhenti setelah api padam, terlebih bagi masyarakat yang masih mengalami keluhan kesehatan.
“Tidak cukup dengan hanya bantuan unit pemadam, tidak cukup hanya bantuan uang operasional untuk memadamkan api,” ujarnya.
Ia mendorong Pemprov Kalteng berkoordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit untuk menyiapkan layanan pemeriksaan secara berkelanjutan, khususnya bagi warga di wilayah terdampak kabut asap.
“Intinya pemerintah harus bisa memikirkan pascakarhutla ini. Hal ini yang penting,” katanya.
Junaidi juga mengingatkan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta. Paparan partikel halus PM2,5 dari asap karhutla dapat mengganggu sistem pernapasan sehingga dampaknya perlu diantisipasi.
Ia berharap pemerintah menyusun langkah pemulihan kesehatan yang terkoordinasi agar kondisi warga tetap terpantau meski situasi karhutla mulai terkendali. (sb/*)