Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Bupati Kapuas Paparkan Kesiapsiagaan Karhutla

Redaksi 05-11-2026, 10:12 WIB 2 menit baca
Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai saat menghadiri Rapat Koordinasi Penuntasan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, pada Minggu (1/11/2026) lalu. FOTO: HUMAS/SB
Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai saat menghadiri Rapat Koordinasi Penuntasan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, pada Minggu (1/11/2026) lalu. FOTO: HUMAS/SB

SB, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperkuat kesiapsiagaan dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga saat ini, sebanyak 14 posko karhutla telah disiapkan di wilayah Kabupaten Kapuas sebagai bagian dari upaya pengendalian kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penuntasan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, pada Minggu (1/11/2026) lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kapuas didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Rapat koordinasi dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah bupati se-Kalimantan Tengah.

Dalam arahannya, Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan seluruh pemerintah daerah dan pihak terkait agar tidak lengah terhadap potensi karhutla, meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara diperkirakan kembali meningkat pada minggu kedua November. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan kembali titik panas atau hotspot sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

"Hasil analisis BMKG, pada minggu kedua November suhu akan kembali memanas. Kalteng sudah ada hujan, dan ini jangan sampai muncul hotspot lagi," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas telah memiliki 14 posko karhutla yang didukung sejumlah personel untuk melaksanakan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh desa di Kabupaten Kapuas terdampak karhutla. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kesiapsiagaan yang lebih kuat serta penanganan secara intensif dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

Keberadaan posko dan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap potensi kebakaran, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.

Kehadiran Bupati Kapuas dalam rapat koordinasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengendalian karhutla melalui peningkatan kesiapsiagaan, pencegahan dini, penguatan posko, dan optimalisasi penanganan di lapangan. (f4) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard