Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Harga Tiket Pesawat Mahal, Dishub Kotim Segera Sampaikan ke Kementerian

Redaksi 11-03-2023, 01:37 WIB 2 menit baca
Tampak kondisi Bandara H Asan Sampit di saat sore hari. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak kondisi Bandara H Asan Sampit di saat sore hari. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Sampit merupakan salah satu kota yang termuka di Kalimantan Tengah yang berpeluang untuk menjadi kota metropolitan. Banyak pelaku usaha lokal ataupun dari luar yang hilir mudik menggunakan transportasi udara. Harga tiket Sampit – Jakarta berfluktuasi mulai dari sekitar Rp 1.400.000 sampai Rp 1.800.000, begitu juga harga tiket Sampit – Surabaya, berkisar Rp 1.700.000 sampai Rp 2.000.000 harga yang cukup mahal dibandingkan dengan Palangka Raya dan Pangkalan Bun.

Berkenaan dengan tingginya harga tiket pesawat ini dimana permasalahan ini menjadi konsen dan perhatian serius bagi pemerintah daerah Kotim, khususnya Dinas Perhubungan untuk mengambil langkah-langkah strategis upaya memecahkannya.

Menurut Kadishub Kabupaten Kotim, Suparmadi SE MM, harga tiket yang diberlakukan dari Bandara H Asan Sampit menggunakan harga tiket batas atas akan tetapi masih dibawah range harga tiket batas atas.

“Sesuai Peraturan Menteri Nomor 20 tahun 2019 tentang tata cara formulasi perhitungan tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara berniaga dalam negeri. Seperti tarif jarak pajak, iuran wajib asuransi dan biaya tuslah (tambahan) apabilah kenaikan BBM pesawat. Tingginya harga tiket pesawat saat ini tidak terlepas dari tidak ada kompetitor bagi maskai penerbangan dimana saat ini hanya satu maskapai saja,” terang Suparmadi.

Ia mengakui, harga tiket yang diberlakukan saat ini memang sangat membebani masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim), baik yang akan berpergian maupun yang datang ke wilayah Kotim.

Untuk itu katanya, pihaknya Dinas Perhubungan dan umumnya Pemerintah Kotim dimana dalam ini Bupati dengan OPD teknis terkait akan melukan audiensi ke Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara terkait dengan tingginya harga tiket pesawat tersebut.

“Kita sudah rencanakan menemui Dirjen Perhubungan Udara untuk membahas mahalnya harga tiket pesawat di Bandara H Asan Sampit dibandingkan dengan wilayah lain. Semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi nantinya, apalagi mau mendekati bulan suci Ramadan,” sebutnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard