Dewan Kotim Mendukung Pengadaan Guru Bahasa Dayak Sampit
SB, SAMPIT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung pelatihan guru utama revitalisasi Bahasa Dayak Sampit untuk pengadaan guru ditempatkan di satuan pendidikan sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar melalui mata pelajaran mulok.
Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur mengatakan, pihaknya sangat mendukung bahasa daerah digabungkan dalam pelajaran muatan lokal (Mulok) walaupun tidak berdiri sendiri tetap penanaman karakter anak didik sesuai dengan budaya Indonesia.
“Kita baru memiliki guru mulok di Bahasa Dayak Sampit sekitar 20 orang kalau satu SD perlu satu guru, maka kita masih kekurangan banyak guru SD dan belum lagi ditingkat SMP,” terang Rudianur, Senin (5/6/2023).
Ia menuturkan, dengan adanya pelatihan ini semoga nanti bisa berpencar sosialisasikan ke sekolah-sekolah dan melihat potensi guru siapa tau ada yang bisa mengajar Bahasa Dayak Sampit.
Kalau memang tidak ada, katanya, bagaimana solusinya agar bisa terpenuhi minimal satu guru setiap sekolah.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, salah satu solusi untui memenuhi kekurangan ini dengan menyediakan kurikulum silabus, dan buku panduan bahasa Dayak Sampit dengan kamus yang disusun oleh Lembaga Adat Dayak Sampit (LADS) untuk memudahkan guru dalam proses belajar mengajar.
“Untuk mengatasi persoalan ini ke depannya pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kotim segera menggelar pelatihan atau bimbingan di setiap sekolah baik SD maupun SMP agar bisa memenuhi kekurangan yang ada,” katanya. (f1/sb)