Banyaknya Kasus APS, Dewan Minta Pihak Sekolah Sambangi Rumah Anak Didik
SB, SAMPIT – Banyaknya kasus Anak Putus Sekolah (APS) di Kabupaten Kotawaringin Timur membuat prihatin semua pihak tak terkecuali kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimana wilayah tersebut menduduki urutan tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kasus Anak Putus Sekolah dengan angka 6.273 yang cukup tinggi di Kotim ini menjadi perhatian pihak DPRD, salah satunya Anggota Komisi lll DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah.
"Kami sudah melakukan kroscek dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat dan mereka menginformasikan bahwa sebenarnya data tersebut belum terkonfirmasi dan diverifikasi. Sehingga jelas kepastian jumlahnya," ucap Riskon Fabiansyah, Rabu (30/08/2023).
Dirinya juga menambahkan, berdasarkan dari data, bahwa data tersebut harus di konfirmasi dan diverifikasi langsung dari pihak sekolah yang bersangkutan, kemudian masuk kedalam data pada dinas Kabupaten, sehingga nanti akan masuk kedalam data di dinas Provinsi Kalteng.
“Menurut data, siswa yang Drop Out (DO) sebanyak 2.391 dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) sekitar 3.653. Dari data tersebut, yang sudah mulai aktif kembali lagi bersekolah dari DO sebanyak 2.379, dan LTM sebanyak 117. Dari data itu yang sudah mulai aktif kembali lagi sekolah berjumlah 2.496 orang,” ungkapnya.
Dirinya berharap, jika ada sekolah yang memiliki anak didik putus sekolah di tengah jalan, pihaknya meminta agar pihak sekolah dan guru menyambangi rumah anak didik tersebut atau dengan membuat janji pertemuan bersama wali atau orang tua peserta didik tersebut untuk membicarakan apa penyebabnya sehingga anak putus sekolah. (f2/sb)