Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Kualitas Udara di Kotim Kategori Terburuk se-Indonesia, Ini Imbauan Dinkes

Redaksi 04-09-2023, 05:02 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi ketika diwawancara wartawan. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi ketika diwawancara wartawan. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau warga lanjut usia (lansia) agar mengurangi aktivitas di luar ruang di tengah buruknya kualitas udara.

Imbauan ini juga ditujukan kepada para orang tua agar mengurangi aktivitas di luar ruang ketika bersama bayi atau balitanya, jika tidak terlalu penting pasalnya kualiats uadara di Sampit menyentuh level merah yaitu 254AQI.

"Kotim pada Minggu (3/9/2023) menempati peringkat pertama di Indonesia dengan kualitas udara terburuk yang tak sehat dihirup manusia. Olehnya itu, kita imbau para lansia dan anak bayi untuk sementara tidak beraktivitas di luar rumah,”  kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi saat mengikuti rapat Paripurna di Gedung DPRD Kotim pada Senin (4/9/2023).

Ia mengatakan, anak-anak balita, lansia itu kelompok rentan jadi memang harus siap apabila kualitas udara kurang baik. Apakah dengan mengurangi aktivitas luar yang tidak perlu atau memakai masker.

Menurut Umar, balita dan lansia tidak hanya berpotensi terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dia menyebut, balita dan lansia juga rentan terjangkit penyakit lainnya akibat polusi udara.

"Yang paling penting menjaga daya tubuh kita tetap baik. Jadi kalau bayi dan balita pastikan imunisasi lengkap, gizi seimbang, itu sangat membantu. Untuk lansia banyak minum air putih dan vitamin serta makanan yang bergizi,” imbuhnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard