Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Harapkan Insentif Tenaga Kesehatan Dikurangi Namun Tetap Lancar

Redaksi 20-09-2023, 04:08 WIB 1 menit baca
Anggot Komisi lll DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah. (FOTO:ISTIMEWA)
Anggot Komisi lll DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah meminta kepada pemerintah setempat untuk melakukan evaluasi terhadap besaran anggaran insentif dokter atau Tenaga Kesehatan (Nakes) lainnya yang ada di Kotim.

"Karena sesuai dengan yang disampaikan rekan-rekan kita lainnya khususnya di Komisi Ill sebagai mitra kerja di bidang kesehatan ini, kita menilai lebih baik kecil anggarannya tapi lancar mengalir dibayarkan daripada besar tapi tidak jelas kapan keluarnya," katanya, Rabu (20/09/2023).

Disampaikan, sepengetahuan pihaknya di Palangka Raya yang secara keseluruhan adalah kota yang lebih besar daripada Kota Sampit dan memiliki lebih banyak pasien, hanya ada Rp 17,5 juta saja untuk anggaran insentif nakes di wilayah itu.

"Sementara kita ini anggarannya lebih besar yaitu Rp 30 juta sampai Rp 35 juta. Tapi pembayarannya untuk di Palangka Raya meski sedikit namun lancar dibayarkan. Bahkan Pangkalan Bun Rp 20 juta saja. Ini nanti kami harap jadi pertimbangan untuk dievaluasi, lebih baik ditetapkan yang sekiranya mampu tapi lancar. Sehingga mereka tidak kepikiran dengan insentif yang tidak kunjung keluar," tegasnya.

Dirinya menambahkan, tidak jarang keterlambatan pengeluaran insentif atau pemberian tunjangan kepada anak ke sini menjadi keluhan sehingga bisa menjadi indikator salah satu penyebab kinerja berkurang atau menurun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Karena kita memahami tugas mereka ini sangatlah penting dan berat, sehingga sudah selayakya dalam pemberian insentif tidak terlambat. Mengingat juga insentif itu salah satu hal yang mereka harapkan untuk menambah biaya sehari-hari," ujarnya. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard