Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Sempat Menurun, Kasus ISPA di Kotim Meningkat Kembali Pada Minggu ke-38

Redaksi 30-09-2023, 02:13 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kotim sempat turun tujuh persen sejak sepekan terakhir, namun naik kembali di minggu ke-38.

"Tren kasus ISPA di Kotim  sempat menurun di sepekan sebelumnya. Sekarang naik kembali di minggu ke-38,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi saat dikonfirmasi pada Sabtu (30/9/2023).

Dia menjelaskan, pada minggu ke-3 September atau minggu ke-37, ISPA turun sekitar 667 kasus dibanding minggu sebelumnya 834 Kasus. Namun minggu ke-38 mengalami peningkatan 819 kasus dari sebelumnya. Hal ini berdasarkan data yang diinput setiap hari oleh seluruh Puskesmas Kecamatan dan Puskesmas Kelurahan yang ada di Kotim.

Ia juga menilai, peningkatan kasus tersebut diduga akibat pencemaran udara karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas dalam minggu terakhir di September ini.

"Penyebabnya pencemaran udara karena karhutla. Berdasarkan total data kasus ISPA dari keseluruhan setiap bulannya untuk usia dewasa 7.489 kasus, balita 4,424 kasus, anak anak 2,639 kasus dan lansia 910 kasus,” sebutnya.

Lanjutnya, meskipun ada kenaikan kasus, kasus-kasus yang diderita masih dalam kategori ringan. Ia mengeklaim pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi jika ada temuan kasus berat.

"Saat ini masih relatif aman walaupun ada peningkatan jumlah kasus tapi ini kasus-kasus yang kita anggap ringan. Kalau kasus berat pasti akan kita rujuk dan ini akan terus kita koordinasikan dan kita pantau secara ketat,” tuturnya.

Dia mengaku telah mengantisipasi penyakit ISPA akibat meningkatnya polusi udara Kotim beberapa hari terakhir. Mulai dari menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, hingga mengaktifkan kembali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard