Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Masyarakat Jangan Terpancing dan Terprovokasi Insiden di Bangkal

Redaksi 11-10-2023, 07:56 WIB 1 menit baca
Anggota Komisi l DPRD Kotim, M Abadi. (FOTO:ISTIMEWA)
Anggota Komisi l DPRD Kotim, M Abadi. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur, M Abadi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan terpancing terutama berkaitan dengan isu yang saat ini terjadi yaitu bentrok antara warga Desa Bangkal dengan perusahaan HMPB I.

"Saya berharap tidak ada masyarakat yang menyebarkan berita hoax atau menambah informasi yang tidak jelas sumbernya darimana dan tidak dapat dipertanggung jawabkan," kata DPRD Kotim M Abadi, Selasa (10/10/2023).

Menurutnya, isu ini sangat sensitif dan bisa memicu teriadinya konflik lagi dalam skala besar atau bahkan bisa mengakibatkan bentrok  lebih banyak lagi terutama bagi masyarakat adat, sehingga diharapkan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari masalah ini.

"Biarkan aparat dan pemerintah yang menanganinya, terutama warga Sampit agar jangan sampai ada yang ikut campur terlebih dahulu sampai kabarnya jelas. Kita percayakan kepada pemerintah untuk mengatasinya, apalagi sampai Gubernur Kalimantan Tengah berangkat langsung ke lokasi," ucapnya.

Anggota Komisi l DPRD Kotim tersebut, juga berharap kepada aparat dan pemerintah berlaku serta bersikap se adil-adilnya atas persoalan dan masalah ini, mengingat akan menyangkut nasib dan hajat hidup orang banyak khususnya di wilayah yang sedang terjadi konflik.

"Kita berharap kasus ini di usut sampai tuntas dan sampai ditemukan siapa pemilik peluru yang menewaskan salah satu orang warga dalam insiden tersebut. Kalau sudah ketemu maka harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Baik itu pemiliknya, oknum warga atau memang oknum aparat tetap harus dihukum, karena menyebabkan hilangnya nyawa seseorang," tutupnya. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard