Dinkes Gencarkan Program Gerebek Stunting Disetiap Kecamatan
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan Program gerebek stunting di setiap kecamatan untuk menekan angka prevalensi penderita stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar.
"Sesui arahan Bupati tadi untuk terus menggencarkan gerebek stunting disetiap desa dan kelurahan. Program ini kita gencarkan untuk menuju zero stunting 2024,” kata Kepala Dinkes Umar Kaderi pada Rabu (11/10/2023).
Ia menjelaskan, untuk menangani stunting, pihaknya sudah mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten yang selanjutnya diikuti pembentukan di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
Umar juga mengatakan, program gerebek stunting sudah berjalan setiap puskesmas dalam gerakan cegah risiko stunting dan merupakan agenda rutin setiap pekan mengunjungi semua puskesmas secara bergiliran dalam upaya penurunan angka stunting di Kotim.
"Untuk data datanya sendiri dari kader posyandu dan puskesmas kemudian nanti diupayakan dalam pemenuhan kebutuhan gizi seperti pemberian vitamin serta pembagian telur dan susu,” ujarnya
Pihaknya juga melakukan pendampingan dengan berbagai kegiatan KIE (kesehatan ibu dan anak), memberikan vitamin penambah darah bagi ibu hamil, layanan Posyandu, ketersediaan kader kesehatan yang melakukan pemantauan, dan pelaksanaan kelas bagi ibu hamil.
"Bukan hanya ibu dan anak namun paling penting edukasi pencegahan masa remaja, memasuki pernikahan, saat hamil, melahirkan, hingga di 1.000 hari pertama kelahiran,” terangnya.
Dengan adanya tim dan himbauan kembali dari Bupati Kotim, maka harapannya semuanya bergerak membantu penurunan stunting ini sehingga kesehatan ibu hamil dan anak menjadi lebih baik. (f1/sb)