seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Delapan Ular Dievakuasi Dari Rumah Warga

by Redaksi - Tanggal 04-12-2023,   jam 06:33:21
Tim ERP saat mengevakuasi ulat yang masuk dalam rumah warga. (FOTO:ISTIMEWA) Tim ERP saat mengevakuasi ulat yang masuk dalam rumah warga. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Tim relawan Emergency Response Palangka Raya (ERP) dalam kurun waktu satu bulan belakangan ini telah melakukan sejumlah evakuasi terhadap reptil yang memasuki rumah masyarakat.

Dalam periode November 2023 ini, setidaknya masyarakat banyak melaporkan mengenai kemunculan hewat melata itu memasuki pemukiman. Sedikitnya dari laporan itu, ada sekitar delapan ekor berbagai jenis dievakuasi.

Ketua ERP Jean Steve melalui Kabag Ops, Yustinus Exaudi mengatakan, laporan dari masyarakat itu masuk Call Center pihaknya. Dimana keluhan yang masuk tersebut mengenai adanya kemunculan ular di rumah mereka.

"Ada delapan laporan yang kita tangani terkhususnya divisi Animal Rescue mengenai ular yang masuk ke area pemukiman warga,” katanya kepada awak media, Senin (4/12/2023).

Dijelaskannya, bahwa dari semua laporan yang diterima itu, ditemukan berbagai jenis ular yang memasuki rumah warga dengan ukuran yang berbeda. Terbesar ular yang pernah ditangani, yaitu memiliki panjang enam meter.

“Hampir 95 Persen warga yang melapor ini rumahnya kemasukan ular jenis Sawa, mulai berukuran 1 meter hingga paling besar 6 meter panjangnya. Kemudian juga ada ular dengan bisa menengah seperti ular cabe dan ular Welang serta ular cincin emas,” ungkapnya.

Fenomena masuknya ular diperumahan atau area pemukiman warga tidak lain dan tidak bukan untuk mencari sumber makanan yang utama selain itu rusaknya habitat dan juga beberapa faktor penting lainnya, seperti perpindahan akibat gangguan tangan jahil manusia dan juga mencari lokasi yang lebjh baik untuk bersarang dan bertelur.

"Oleh sebab itu kami mengimbau kepada selurub masyarakat agar dapat menanurkan kamper atau kapur barus disekitar rumah. Bisa juga menggunakan cairan karbol, pasalnya ular takut dengan bau-bauan yg menyengat,“ tutupnya. (rk/sb)