Tim SAR menggunakan rubber boat untuk melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Kahayan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA - Memasuki hari kedua proses pencarian korban tenggelam di Sungai Kahayan, petugas masih terus melakukan penyusuran dari titik nol atau pertama kali korban dinyatakan tenggelam.
Kasi Operasi Basarnas Palangka Raya, Salman mengatakan, pada Operasi SAR ini melibatkan sebanyak 21 tim. Baik itu dari instansi pemerintah daerah setempat ataupun para relawan yang ada di Kota Palangka Raya.
“Di hari kedua ini, kami memperluas radius pencarian. Penyisiran kami lakukan dari titik nol atau dinyatakan korban tenggelam sampai dekat Jembatan Kahayan atau kurang lebih sejauh 4 km,” katanya, Jumat (15/12/2023).
Disebutkannya, bahwa pada proses pencarian korban tenggelam ini, pihaknya terkendala oleh derasnya arus sungai dan tingginya permukaan air. Hal itu tentunya menyulitkan petugas dalam pencarian titik keberadaan korban.
"Sesuai dengan SOP Basarnas dan dengan UU, pencarian dilakukan selama tujuh hari kedepan usai korban dinyatakan tenggelam. Jika belum ditemukan juga makan operasi akan dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan,” tutupnya. (rk/sb)