seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bantu Padamkan Kebakaran, Satu Orang Tewas Kesetrum

by Redaksi - Tanggal 22-12-2023,   jam 10:44:48
Tampak satu rumah warga hangus terbakar. (FOTO: ISTIMEWA) Tampak satu rumah warga hangus terbakar. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kebakaran melanda dua rumah terjadi Jumat sore (22/12/2023) di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Akibatnya, satu orang meninggal karena tersetrum arus listrik saat membantu memadamkan api.

Kapolsek Cempaga Iptu M Rochim mengatakan, ada korban jiwa pada insiden kebakaran dua bangunan milik warga tersebut.

Korban jiwa yang diketahui bernama Bambang merupakan warga sekitar, dia awalnya tengah bersama warga lainnya berjibaku memadamkan api tersebut.

"Ya korban saat itu membantu memadamkan api dan tanpa sengaja menginjak seng yang di bawahnya terdapat kabel listrik arus tinggi milik PLN yang putus akibat terbakar," katanya.

Korban sempat dilarikan ke puskesmas demi mendapatkan pertolongan kesehatan. Namun, nyawa dari pria tersebut tak dapat ditolong hingga akhirnya meninggal dunia.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Salah satu bangunan rumah yang terbakar adalah milik Rose dan anaknya Iwan.

Dua bangunan yang berkonstruksi kayu itu dengan cepat hangus terbakar dan hanya menyisakan bara api.

Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran dua rumah tersebut. Dan pihak kepolisian masih berada di TKP guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Sementara Tajul salah satu saksi di lapangan mengatakan,rumah yang terbakar ini didiami seorang ibu bernama Rose dan anaknya Iwan yang mengalami tunarungu dan mereka berhasil diselamatkan. Namun salah satu warga yang ikut bantu padamkan api meninggal dunia.

"Kami bersama-sama dengan korban memadamkan api saat itu korban membawa ember menyisir ingin menyiramkan air ke bagian dapur, saat melewati seng saya terkejut korban minta tolong," ujarnya.

Korban, berteriak dan dirinya sempat memegang korban namun saat dia menyentuh bagian lengan korban ingin menariknya dia merasakan ada semacam sengatan dan segera terlepas.

Menurut Tajul korban sempat ditolong, ditarik menggunakan ruas bambu. Hampir sepuluh menit bisa ditarik dan korban kemudian segera dibawa ke Puskesmas Cempaga. 

"Saya yang bawa ke mobil dan dibawa ke puskesmas, dipasang alat dan ternyata meninggal kata perawatnya," tutup Kapolsek. (f1/sb)