Polisi Jemput Saksi Mahasiswi Ukrida Diduga Tewas Tenggak Miras
Pemeriksaan Saksi, Polisi Jemput Teman Winda di Bandara.
SB, SAMPIT - Jajaran Satreskrim Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menjemput dua orang saksi kunci Rizky dan Agus merupakan teman mahasiswi kedokteran Ukrida Jakarta yang meninggal dunia di Sampit pada 17 Agustus 2023 lalu, yang datang dari Surabaya.
Risky dan Agus tiba di Bandar Udara H Asan Sampit sekitar pukul 11.35 WIB dikawal ketat oleh anggota Reskrim Polres Kotim dengan satus sebagai saksi.
Kapolres Kotim AKBP Sarpani mengatakan, bahwa kedua orang itu dijemput dari Pulau Jawa untuk melengkapi gelar perkara yang akan dilakukan hari ini.
"Hari ini kami membawa dua orang saksi dari meninggalnya korban bernama Winda Christina Djayanti Pakpahan oada 17 Agustus lalu di Sampit. Ini bagian dari langkah penyelidikan dan pendalaman karena hari ini akan gelar perkara," kata AKBP Sarpani, Sabtu (23/12/2023)
Ia juga mengatakan, kedua saksi ini adalah teman dari korban, semoga hasil hari ini bisa membuat terang tindak pidana dan siapa tersangkanya karena ini merupakan saksi kunci.
Untuk diketahui bahwa, mahasiswi kedokteran Universitas Kristen Krida (Ukrida) Jakarta bernama Winda Christina Djayanti Pakpahan (21) meninggal dunia di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Minggu 17 Agustus 2023.
Menurut ayah korban bernama Erwin Open Pakpahan (53) saat itu menurutnya sang anak sedang libur sehingga pulang kampung ke Sampit dan tinggal di Jalan Arjuno 14, Kecamatan Baamang.
"Malam itu tanggal 17 Agustus, dia pamit ke rumah Risky temannya. Dia diantar pulang anak saya oleh Risky menggunakan sepeda motor sekitar pukul 01:00 malam. Saat itu sudah jalan sempoyongan, kabarnya usai minum," terangnya, Sabtu (23/12/ 2023).
Menurut Erwin saat itu dirinya mengetahui sang anak usai minum di rumah Risky, dan saat pagi harinya sekitar pukul 10.00 WIB istrinya mencoba membangunkan Winda namun tidak bangun.
"Paginya saya sudah mencium bau alkohol dibadannya, istri saya yang membangunkan karena saya ada ibadat di gereja," jelasnya.
Beberapa jam setelahnya sekitar pukul 12.00 WIB dirinya mendapati anak pertamanya dari dua saudara itu sudah kejang dan dibawa ke IGD rumah sakit.
"Saya sampai rumah sakit, dokter mengatakan kondisinya sudah parah, sekitar pukul 15:00 sore anak saya dinyatakan meninggal dunia tanggal 17 dan 18 Agustus subuh itu dibawa ke Palangka Raya untuk diautopsi," tutupnya.
Saat ini kepolisian tengah mendalami kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi dan orang tua korban, namun demikian belum ada tersangka atas kasus tersebut. (f1/sb)