Orang tua bayi memperlihatkan Resume Medis dari RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya ketika berada di Mapolda Kalteng. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Seorang pria bernama Afner Juliwarno didampingi istri Meske yang merupakan kedua orang tua bayi mungil yang dinyatakan meninggal dunia usai menjalani operasi itu mendatangi Polda Kalteng, Jumat (2/2/2024).
Seperti yang diketahui, bahwa bayi berusia 16 hari diduga meninggal akibat mendapat penanganan yang tidak tepat dan diagnosa penyakit yang selalu berubah-ubah. Oleh sebab itu, orang tua bayi ini melaporkan kejadian itu Ditreskrimsus Polda Kalteng.
Afner mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya telah membuat Laporan Informasi dan hari kembali mendatangi ke Polda Kalteng guna menyerahkan sejumlah alat bukti seperti hasil diagnosa dan lainnya.
"Kami berharap kepada pihak kepolisian ini dapat membantu mencaritahu secara pasti penyebab anak saya meninggal dunia itu karena apa,” katanya ditemui awak media di Mapolda setempat.
Menurutnya, kejadian itu bermula saat ia membawa istrinya ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya untuk melakukan persalinan. Pada tanggal 9 Januari 2024, anaknya lahir ke dunia dengan kondisi yang kurang baik karena sulit buang air besar (BAB).
“Akibat ada keluhan itu sehingga harus dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus pada 12 Januari. Setelah tiga hari dirawat, pihak Doris Sylvanus menyarankan untuk dilakukan operasi dan saya menyetujui dengan menandatangani surat persetujuan," urainya.
Diagnosa awal, tindakan operasi dilakukan dengan membedah perut bayi untuk menyambung usus, karena diagnosanya bermasalah pada bagian usus. Namun, akhirnya diagnosa awal dan pasca operasi pun berbeda.
"Saat itu diagnosa dari dokter berbeda dengan penanganan yang diberikan. Seharusnya, membuat kantong BAB, tiba-tiba cuma usus yang dipotong dan kemudian disambung saja," ujarnya.
Usai dilakukan operasi, bayinya tak dimasukkan ICU, melainkan ke ruang biasa dan diruang terbuka atau tidak ditempatkan di kotak Incubator. Hingga saat kritis, pihak rumah sakit baru memindahkan anak Afner menuju ke ruang ICU.
"Jadi setelah operasi tidak dirawat diruang ICU, hanya di ruangan biasa tanpa kotak Incubator. Pada tanggal 25 baru dimasukkan ruang ICU karena kritis dan dihari itu juga dinyatakan meninggal dunia tepat sepekan usai menjalani operasi," tegasnya. (rk/sb)