seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Polisi Periksa Orang Tua Bayi Diduga Menjadi Korban Malpraktek

by Redaksi - Tanggal 12-02-2024,   jam 09:43:15
Afner Juliwarnondan Mesike Angglelina Virera didampingi kuasa hukum usai keluar dari ruangan Ditreskrimum Polda Kalteng. (FOTO: ISTIMEWA) Afner Juliwarnondan Mesike Angglelina Virera didampingi kuasa hukum usai keluar dari ruangan Ditreskrimum Polda Kalteng. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Pasangan suami istri Afner Juliwarno dan Mesike Angglelina Virera yang merupakan orang tua dari bayi yang diduga meninggal dunia akibat malpraktik di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya diperiksa penyidik dari Reknata Ditreskrimum Polda Kalteng pada Senin (12/2/2024).

Periksaan tersebut adalah tindak lanjut atas laporan mereka pada Senin (5/2/2024) lalu.

Pasangan suami istri tersebut didampingi oleh pengacara mereka M H Roy Sidabutar SH bersama rekannya, kurang lebih 10 jam lamanya, yaitu pukul 09.00 WIB sampai 19.00 WIB pemeriksaan dengan 70 pertanyaan lebih.

Roy mengatakan, tadi orang tua dari almarhum Benjamin yang diduga menjadi korban malpraktek sudah memberikan keterangan semua ke pihak penyidik secara detail, baik mulai anak mereka baru dilahirkan, operasi hingga sampai meninggal dunia.

"Kita merasa janggal dan menduga ada unsur malpraktek, karena di dalam ruangan itu ada dua bayi tetapi hanya Benyamin yang dioperasi, sedangkan bayi satunya tidak dilakukan operasi dengan alasan dokter spesialis bedah anak sedang tidak ada ditempat. Nah ini menjadi kejanggalan bagi kami, nah pertanyaannya siapa yang melakukan operasi pada almarhum tersebut," ungkap Roy saat keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Kalteng.

Kembali keawal, ungkap Roy, dimana dokter mengatakan tindakan yang diberikan ada dua, yang pertama stoma untuk pembuangan dan tindakan kedua 3-6 bulan dilakukan. Dan ini kenapa tiba-tiba langsung dilakukan sebelum tindakan kedua yaitu mendiagnosa anak masalah jantung, padahal dari RS Muhammadiyah tidak ada masalah itu.

"Ini bisa dipertanggungjawabkan atau tidak, karena kalau dosis obat yang diberikan seperti ini salah bisa jadi mempengaruhi lain segalanya. Kita berharap pihak penyidik bisa mengungkap ini secara terang dan kita juga berterima kasih atas kesigapan mereka setelah menerima laporan langsung bergerak," tukasnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD dr Doris Sylvanus, Devi Novianti Santoso menyampaikan jika pihaknya akan mematuhi segala prosedur yang akan berjalan. 

"Kami memastikan sudah memberikan pelayanan sesuai dengan standar medis yang ada. Dan siap memberikan keterangan dan data bukti dengan tujuan mengklarifikasi terkait kejadian itu," katanya. (sb)