seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Dikira Handak Bunuh Diri, IRT Usai Cerai Dengan Suami Gegerkan Warga

by Redaksi - Tanggal 25-03-2024,   jam 05:58:29
Petugas hendak mengevakuasi seorang wanita yang diduduk ditepi atas Jembatan Kahayan. (FOTO: ISTIMEWA) Petugas hendak mengevakuasi seorang wanita yang diduduk ditepi atas Jembatan Kahayan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Diduga sedang mengalami masalah dalam rumah tangganya, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial NT sempat dikira hendak melakukan percobaan bunuh diri.

Peristiwa tersebut terjadi di atas Jembatan Kahayan yang terletak di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, pada Minggu (24/3/2024) malam kemarin.

Wanita berusia 39 tahun itu mulanya ditemukan oleh masyarakat sekitar sedang berada di bibir atas jembatan sembari menangis histeris. Awalnya warga mengira bahwa perempuan itu hendak berbuat nekat melompat dari atas jembatan.

Masyarakat sekitar, Pahrurrazi mengatakan, ketika sedang melintas di kawasan itu, ia mengira bahwa wanita itu hendak melakukan percobaan bunuh diri. Ia pun menghentikan kendaraannya dan mencoba mendekati.

“Awalnya saya menduga bahwa hendak mencoba bunuh diri dengan melompat dari atas jembatan kahyan. Pasalnya ketika dilihat itu, wanita ini duduk di pinggir jembatan dengan menangis,” katanya di lokasi kejadian.

Lanjutnya, saat mendekati guna mengetahui apa penyebabnya ia sampai nekat duduk dibibir jembatan itu ia justru mendapat penolakan hingga meminta untuk menjauhinya.

“Katanya tujuannya dengan duduk dipinggir jembatan itu adalah untuk mencari tempat untuk menangis,” ujarnya.

Mengetahui kejadian itu, warga setempat melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat dan tim Emergency Response Palangkaraya (ERP) untuk menindak lanjutinya.

Setelah berhasil dibujuk dan dirayu akhirnya wanita itu berhasil dievakuasi menjauhi Jembatan Kahayan. Ia kemudian dibawa menuju ke Mapolsek Pahandut guna di tenangkan.

Diwaktu yang sama, Satgas PPA Kalteng, Widya Kumala mengungkapkan, setelah diajak mengobrol ternyata alasan wanita berada di atas jembatan Kahayan karena mau mengurangi beban hatinya dengan cara berteriak dari atas jembatan.

“Jadi yang bersangkutan ini baru saja bercerai dengan suaminya. Kemudian ingin melepas beban hatinya dengan menangis dan berteriak di atas jembatan itu,” bebernya. (rk/sb)