seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Orang Tua Bayi Korban Dugaan Malapraktik Geruduk Doris Sylvanus

by Redaksi - Tanggal 25-03-2024,   jam 06:09:37
Afner Juliwarno, ayah bayi dugaan malapraktik memperlihat foto anaknya. (FOTO: ISTIMEWA) Afner Juliwarno, ayah bayi dugaan malapraktik memperlihat foto anaknya. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Hingga kini permasalah dugaan malpraktik yang dilakukan oleh tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSDS) Doris Sylvanus masih terus bergulir setiap harinya.

Hari ini untuk yang ketiga kalinya orang tua dari bayi bernama Abhraham Benjamin, yakni Afner Juliwarno dan Meiske Angglelina mendatangi pihak rumah sakit untuk menanyakan secara pasti penyebab dari kematian anaknya tersebut.

Untuk diketahui sebelumnya, bahwa bayi mungil yang baru menginjak umur 16 hari itu dinyatakan meninggal dunia usai diduga menjadi korban malpraktik ketika menjalani serangkaian proses tahanapan operasi.

Penasehat Hukum, Roy Sidabutar mengatakan, jika kedatangan pihaknya kembali ke rumah sakit ini adalh secara tegas menanyakan mengenai kepastian penyebab kematian dari anak kliennya.

“Permasalahan ini tidak akan redam sebelum adanya penjelasan yang logis dari pihak rumah sakit. Kalau memang ada yang salah, lebih mengakui dan jangan ditutup-tutupi,” ujarnya, Senin (25/3/2024).

Sebagaimana yang telah dilakukn sebelumnya, dimana pihak rumah sakit malah memberikan penjelasan terhadap awak media bahwa operasi yang dilakukan pihaknya itu sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Apa sebenarnya yang ditutupi oleh rumah sakit? Orang tua korban hanya menerima rekam medic pasca operasi, tetapi tidak ada penjelasan mengapa operasi dilakukan hingga melakukan pemotongan terhadap usus bayi (anak korban,red),” tegasnya.

Ini sudah merupakan upaya ketiganya yang dilakukan oleh orang tua korban untuk mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit sejak 20 Maret 2024 lalu.

Disinggung mengenai pelaporannya ke Polda Kalimantan Tengah atas dugaan malpraktik ini, penyidik tengah melakukan penyelidikan lebih atas perkara yang telah dilaporkan tersebut.

“Untuk laporan kepolisian sedang dalam proses, terakhir penyidik sedang meminta keterangan dari Persatuan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia (PERBANI) dan bertemu bersama ahli pidana kesehatan,” tutupnya.

Sementara itu, pihak RSUD Dr Doris Sylvanus pun hingga saat ini, belum memberikan tanggapan terkait datangnya orang tua korban dugaan malapraktik. (rk/sb)