seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Balai BPOM Palangka Raya Sidak Swalayan Besar di Sampit

by Redaksi - Tanggal 27-03-2024,   jam 03:43:02
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim melakukan inspeksi mendadak di sejumlah swalayan di Kota Sampit. (FOTO:ABU) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim melakukan inspeksi mendadak di sejumlah swalayan di Kota Sampit. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan makanan saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1945 H di sejumlah toko swalayan terbesar di Kota Sampit.

Etik Sumardani sebagai Ketua Tim Kerja BBPOM Palangka Raya mengatakan, intensifikasi pengawasan pangan saat Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk melindungi masyarakat dan memastikan keamanan obat dan makanan, yang pada pertengahan puasa ini penjualan produk akan lebih besar dibanding hari biasa.

"Ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan setiap tahun untuk memastikan serangan keamanan pangan olahan saat bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri nanti,” kata Etik Sumardani saat diwawancarai pada Rabu (27/3/2024).

Etik Sumardani menjelaskan, pengawasan yang dilakukan terhadap pangan tanpa izin edar, kemudian pangan kadaluwarsa, pangan yang rusak, karena menjelang hari raya biasanya banyak permintaan produk pangan olahan sehingga BPOM melakukan pengawalan untuk keamanan pangan yang beredar.

Ia juga mengakui, untuk Sampit sendiri tiap tahun semakin baik tidak seperti dahulu kala. Sidak Kali ini pihaknya tidak menemukan prodak yang kadarluwasa, namun hanya ditemukan jualan dalam kemasan kaleng yang sudah penyok.

"Kami tidak menemukan prodak yang kadaluarwasa. Semua prodak di Swalayan yang kami kunjungi semuanya punya label izin edar. Untuk kemasan kaleng yang penyok sudah kami minta untuk dibuang dan diganti dengan yang baru,” teranynya.

Ia juga mengatakan, ini merupakan bukti kesadaran masyarakat Kotim terkhusus pemilik swalayan yang selalu mengedepankan keamanan dan kesehatan konsumen. Masyarakat juga diharapkan untuk teliti dan aktif secara mandiri, sebelum membeli dan mengkonsumsi suatu produk agar terjamin keamanannya.

“Kami mengharap masyarakat untuk memperhatikan dan cek klik sebelum membeli atau mengkonsumsi produk obat dan makanan, bukan hanya pangan olahan saja. Cek klik, cek kemasan, pastikan kemasan masih dalam keadaan baik, tidak penyok, tidak rusak, tidak berkarat, kemudian cek labelnya," imbaunya. (f1/sb)