Lumban Gaol Usulkan Pembangunan SD di Kawasan Perumahan Pendawa
SB, SAMPIT - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), SP Lumban Gaol kritik pembagunan pagar Kantor Bupati menggunakan APBD senilai Rp 2,2 miliar.
Karena menurutnya, pembangunan pagar tersebut tidak bersifat urgen atau mendesak.
Bahkan Fraksi Partai Demokrat ini juga menyayangkan ketidak seriusan atas masukan dirinya selaku Dapil III tentang aduan masyarakat tentang pembangunan sekolah dasar baru di sekitar Perumahan Pendawa dan Sawit Raya karena sekolah yang ada sudah over kapasitas.
"Kenapa saya sebut urgen, seharusnya menambah ruangan tapi melihat situasi yang ada di Sawit Raya maupun di Bina Karya untuk menambah ruangan tidak mungkin karena lokasinya susah habis. Kalau membangun vertikal rekonstruksi bawal tidak memadai, atau membangun ulang dengan membongkar bangunan anggarannya sangat lebih besar," katanya kepada media ini, Senin (24/10/2022) siang.
Kalau dilakukan rehab, juga mengganggu proses belajar dan mengajar, bakan bangunan yang ada masih kayak dan biaya lebih besar.
"Jadi solusi menurut saya membangun baru, yaitu lahan bisa mudah mencari dengan harga sangat lebih miring, tentu untuk menganggarkan melalui rapat. Namun masalah ini tidak pernah ada tindak lanjut dari pemerintah daerah, ini memasuki pembahasan tahun ketiga," ucapnya.
"Keluhan masyarakat ini sudah sampai langsung kepada bapak Bupati dan Sekda, tetapi sekarang usulan saja belum ada yang masuk. Bagaimana mau menjalankan amanat undang-undang wajib belajar 9 tahun, kalau kita memberikan fasilitas tidak bisa. Kita ini menginginkan anak-anak Kotim cerdas semua dan mereka bisa merasakan pemerataan pendidikan," timpalnya.
Ia menyampaikan, keluh kesah masyarakat disana sudah dirinya perjuangkan hanya saja terbentuk keseriusan dari pemerintah. Dan Menurutnya, dewan atau dirinya sangat siap membantu pemerintah dalam meningkatkan dunia pendidikan.
"Waktu penerimaan siswa baru hampir 100 persen tidak bisa terakomodir, karena daya tampung sekolah. Ya terpaksa mereka bersekolah ke kota dengan biaya lebih besar untuk pulang pergi setiap harinya. Sekali lagi saya harapkan permintaan masyarakat ini bisa direalisasikan karena untuk pendidikan," harapnya. (ok)