seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kisrus Beasiswa TABE Temukan Kesepakatan Antara Mahasiswa dan Disdik

by Redaksi - Tanggal 04-04-2024,   jam 07:17:56
Audensi yang berlangsung antara mahasiswa dan Dinas Pendidikan Kalteng membahas beasiswa TABE. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Audensi yang berlangsung antara mahasiswa dan Dinas Pendidikan Kalteng membahas beasiswa TABE. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa TABE menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah, pada Kamis (4/4/2024).

Berlokasikan di Jalan DI Panjaitan itu, para mahasiswa menyuarakan keluh kesahnya mengenai dana beasiswa TABE yang dijanjikan hingga kini belum kunjung dicairkan.

Koordinator Lapangan Aksi, Satria Bintang mengungkapkan, massa aksi memberikan beberapa tuntutan yang telah ditanda tangani oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah.

Adapun point tuntutannya, yaitu menuntut Bank Kalteng dan Disdik Kalteng untuk dapat menyalurkan beasiswa Tabe tahap pertama paling lambat akhir bulan Mei 2024,” katanya.

Lanjutnya, yang kedua adalah meminta Tranparansi dari Bank Kalteng dan Disdik Kalteng terkait proses perkembangan penyaluran beasiswa Tabe. Kemudian menuntut pihak Disdik untuk memastikan

penyaluran tahap kedua dan ketiga selesai sebelum bulan Desember.

Pada saat audiensi massa aksi meminta komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan

Tengah untuk menyalurkan beasiswa selambat-lambatnya pada tanggal 31 Mei 2024.

“Dinas Pendidikan sudah berkomitmen bersama kami Aliansi Mahasiswa Tabe untuk dapat menyalurkan beasiswa tabe ini selambat-lambatnya tanggal 31 Mei 2024 dan harapannya ini bukan hanya omong kosong, serta jika sampai tanggal 31 Mei 2024 tidak disalurkan maka kami akan turun kembali,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengungkapkan, bahwa pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan bahwa pencairan selambat-lambatnya itu jatuh pada 31 Mei 2024.

“Sebenarnya bisa lebih cepat, begitu juga yang diharapkan oleh Bapak Gubernur Kalimantan Tengah. Karena beliau menginginkan launchingnya nanti bertepatan dengan pelaksanaan atau dalam rangka hari pendidikan nasional,” ucapnya.

Pencarian ini berlangsung dengan tiga tahap, yakni pada awal tahun, pertengahan hingga akhir tahun. Pertahapnya nanti akan diberikan Rp 2.500.000, karena totalnya itu sekitar Rp 7.500.000.

“Total penerima dana bantuan ini sebanyak 13.113. Kendala terlambat ini adalah pencetakan kartu dalam jumlah banyak dan eksklusif dan perlu ijin dari Bank Indonesia pusat,” sebutnya.

Hal senada, Plt Dirut Bank Kalteng Marzuki menyebutkan, jika kartu ATM yang tercetak sudah 6.000 dan diterima kini berjumlah 2.500.

“Percetakan ini kemudian akan dilanjutkan setelah lebaran, kita perkirakan mungkin membutuhkan waktu 12 hari kerja. Ditambah proses pengiriman ke Palangka Raya bisa ditambah 2 hari kerja,” paparnya.

Untuk penyaluran itu sendiri merupakan wewenang dari Disdik Kalteng, setelah kami mendapatkan petunjuk teknis maka akan segera dicairkan.

“Estimasi kita pada 1 Mei pencetakan sudah selesai semua,” pungkasnya. (rk/sb)