seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bahan Bencana Karhutla, Masyarakat Diimbau Waspada

by Redaksi - Tanggal 11-05-2024,   jam 04:29:38
Dokumentasi ketika petugas melakukan pemadaman lebaran lahan. (FOTO: ISTIMEWA) Dokumentasi ketika petugas melakukan pemadaman lebaran lahan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa wilayah Indonesia akan memprediksi bahwa musim kemarau akan terjadi sejak Mei 2024, terkhusus pada Provinsi Sumatera dan Kalimantan.

Dari rentan bulan Mei itu, prediksi menurunnya intensitas air hujan tersebut belangsunh hingga Agustus dengan puncaknya terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2024 mendatang.

Dengan adanya prediksi musim kemarau seperti ini, diharapkan masuarakat untuk selalu waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengakibatkan kabut asap dan kerugian lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya melalui Sekretaris DLH, Yusran meminta masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Walaupun kita ketahui bahwa kondisi saat ini curah hujan di wilayah Kota Palangka Raya cukup tinggi namun kita tetap waspada serta mempersiapkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang seringkali terjadi saat memasuki musim kemarau,” katanya, Sabtu (11/5/2024).

Ia menyebutkan bahwa Karhutla bukanlah ancaman yang bisa diabaikan. Dampaknya yang serius terhadap lingkungan dan kesehatan manusia memerlukan kewaspadaan yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

“Untuk menghadapi potensi Karhutla tersebut, DLH telah mengadakan berbagai kegiatan termasuk edukasi, sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan di tingkat lokal seperti Camat, Lurah, serta kelompok masyarakat lainnya,” urainya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla tersebut. Kewaspadaan dan pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu dan komunitas.

“Dengan melibatkan seluruh masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh,” tutupnya. (rk/sb)