Sawit Komoditi Usaha Diminati Masyarakat
SB, PULANG PISAU - Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pulang Pisau Godfridson, melalui Kepala Bidang Perkebunan Tata Ali Sumitra mengungkapkan, dari empat komoditi pada sektor perkebunan yang ada di kabupaten setempat usaha budidaya kelapa sawit menjadi salah satu pilihan masyarakat yang menjanjikan, dan luas lahannya terus berkembang.
"Dari empat komoditi perkebunan yang ada seperti sawit, karet, kelapa, dan kopi sebagian besar masyarakat lebih cenderung mengembangkan perkebunan sawit," ucapnya.
"Meluasnya perkebunan tersebut terlihat sejak tahun 2010, bahkan tidak sedikit masyarakat beralih fungsi komoditi ke sawit yang dianggap lebih strategis untuk meningkatkan perekonomian," lanjutnya.
Disampaikan pria yang akrab disapa Tata, meskipun perkebunan karet di Kabupaten Pulang Pisau yang dikelola masyarakat terbilang cukup luas yakni mencapai 38.000 hektare, dan tersebar di delapan kecamatan namun masyarakat cenderung lebih memilih sawit. Setiap tahunnya perkebunan sawit terus meluas, dan di 2023 tercatat ada kenaikan mencapai 1.459 hektare perkebunan sawit yang dikelola masyarakat.
"Saat ini tercatat perkebunan sawit di Kabupaten Pulang Pisau di tanah masyarakat mencapai 9.900 hektare yang sebelumnya 8.400 hektare. Sementara pada komoditi lainnya seperti perkebunan kopi secara keseluruhan hanya seluas 190 hektare, dan budidaya kopi terbilang paling kecil yang hanya tersisa di pekarangan rumah masyarakat," jelasnya.
Selanjutnya kata Tata, untuk luas pada perkebunan kelapa dalam, tambah Tata Ali Sumitra, yakni mencapai 5.500 hektare yang berada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kahayan Kuala dan Kecamatan Pandih Batu. Pada komoditi ini tentunya juga jauh lebih rendah dibandingkan berkembangnya perkebunan sawit.
"Berkembangnya budidaya kelapa sawit tentunya pemerintah daerah kabupaten setempat melalui Dinas Pertanian akan terus melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti contoh, masyarakat harus menggunakan bibit sawit berkualitas, bersertifikat, dan berlabel agar bisa menghasilkan panen yang memuaskan," tandasnya. (dm)