Perkuat Sosialisasi Bahaya Judi Online
SB, PULANG PISAU - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau, Sri Putri Pratiwi, mengatakan maraknya judi online di Indonesia, dan Pulang Pisau khususnya sudah menjadi ancaman untuk para generasi muda. Sehingga harus ada tindakan untuk memperkuat kembali sosialisasi di sekolah oleh tenaga pendidik.
"Dorongan ini dilakukan agar para peserta didik tidak sampai terjerumus, karena salahnya dalam memanfaatkan gadget atau smartphone," ujarnya.
"Perkembangan teknologi seperti sekarang kita juga tidak bisa menahan dan menghindarinya, namun peran dari tenaga pendidik saat di sekolah harus tetap tegas dalam mensosialisasikan bahayanya judi online" jelasnya.
"Selain itu juga bermain game-game online secara berlebihan hingga lupa waktu belajar saat diluar jam sekolah," lanjutnya.
Dikatakan Putri, pemantauan dan sosialisasi ini harus terus dilakukan secara masif dalam menyampaikan kondisi yang tengah kita hadapi diluar dilingkungan sekolah. Isu-isu seperti maraknya judi online, ataupun masalah lainnya jangan sampai dibiarkan. Sehingga apabila ditemukan sesuatu yang sangat urgen, agar bisa segera teratasi dengan menerapkan kembali metode yang tepat untuk peserta didik.
"Peserta didik harus tetap diarahkan agar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi gadget untuk hal-hal yang positif guna membantu dalam proses kegiatan belajar. Seperti bisa mengakses buku-buku bacaan secara online serta mencari referensi saat mengerjakan tugas," tegasnya.
Kata Putri, peran dari orang tua dirumah juga harus tetap melakukan pengawasan terhadap anaknya, agar tidak terus menerus bermain gadget. Bentuk kerjasama ini harus dilakukan, karena tenaga pendidik hanya bisa memberikan pengawasan saat di sekolah dan itu menjadi tanggung jawabnya.
Dirinya meyakini, para tenaga pendidik bisa terus melakukan imbauan, agar anak didiknya tidak salah memanfaatkan kemajuan tekhnologi ini, karena gadget sudah menjadi sarana pendukung sarana kelangsungan belajar mengajar.
"Nantinya, seperti apa dari pihak sekolah bisa bekerjasama dengan para orang tua murid untuk memberikan pemantauan dan sosialisasi. Upaya ini agar peserta didik bisa lebih paham efek-efek buruk, terhadap gajet yang salah digunakan," tandasnya. (dm)