Siyono saat menyampaikan alasan dirinya pensiun dini atau mundur sebagai camat kepada wartawan. (FOTO:ABU)
SB, SAMPIT - Camat Parenggean Siyono resmi jadi pensiun dini atau mundur demi melancarkan jalannya mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2024. Siyono sendiri maju sebagai bakal calon wakil bupati Kotim.
"Saya mengundurkan diri camat. Untuk pensiun masih 5 tahun lagi, sekarang masih di plt kan oleh sekertaris camat dan sudah di serah terimakan. Semoga Kecamatan Parenggean menjadi lebih baik," kata Siyono saat Konfrensi Pers, Rabu (17/7/2024).
Selama 32 tahun dirinya bekerja di pemerintahan, mulai jadi guru kemudian kepala desa di Parenggean, Kasi PMD Semestinya dan terakhir menjadi Camat Parenggean .
Siyono pensiun pada 5 tahun mendatang. Namun, demi memimpin Kotim, dirinya rela mengakhiri masa baktinya sebagai ASN lebih cepat. Ia mengaku telah mengantongi tiga surat tugas dari partai politik yaitu, Partai Demokrat, Golkar dan Gerindra.
"Saat ini lebih dekat dengan calon Jhon Krisli dari Demokrat. Rekomendasi belum dapat tapi kami dapat surat tugas dari Demokrat dan Golkar. Dari Gerindra sapat juga sebenarnya karena saya mendaftar juga di Gerindra. Tapi per hari ini yang cukup dekat menjalin komunikasi dengan Jhon Krisli," ungkap Siyono.
Ia menjelaskan, dirinya termotivasi ingin ikut serta membangun Kotim sampai ujung pelosok desa. Karena menurutnya pengalaman sejak menjadi kepala desa membayangkan pembangunan dan majunya bisa sama dari ujung ke ujung.
"Kalau visi misi saya akan melengkapi dari Bupati nantinya. Jadi saat ini bacalon wakil bupati belum ada visi misi. Makanya saya punya angan-angan calon bupati nanti dari putra daerah, jadi saya hanya melengkapi," terangnya.
Dirinya juga sudah dapat informasi SK akan keluar dari BKSDA di hari Senin nanti. Olehnya itu ia mulai memasang baleho di desa-desa, dan masih terus berjalan sekarang untuk pengenalan awal. Sementara kantong suara terus kita jalin baik itu di daerah transmigrasi maupun ekstransmigrasi.
Tidak hanya itu dirinya juga sudah resmi terdaftar menjadi anggota Partai Golkar. Pasalnya telah menerima kartu anggota Parati Golkar yang dikeluarkan secara resmi setelah pensiun, diserahkan langsung oleh Ketua Partai Golkar Provinsi.
"Tentu saya juga akan mengikuti perintah partai bagaimana terbaik dalam mekanismenya nanti. Misal Golkar memasangkan dengan yang lain saya juga terima, tetapi saat ini Partai Golkar memang masih intenst menjalin komunikasi dengan Demokrat," ucapnya.
Lanjutnya, Ia mengajukan pensiun dini 1 Juli 2024 dan berlaku setelah sartijab tanggal Senin 15 Juli 202 kemarin. Dari proses awal pengurusan pengunduran diri bahkan sampai nendaftar ke partai, dirinya sudah pamitan dengan Bupati Kotim. (f1/sb)