Isu Jual Beli Jangan Dianggap Remeh
SB, SAMPIT - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotim Rudianur, meminta pemerintah setempat dalam hal ini dinas terkait tidak menganggap remeh isu jual beli kursi pada satuan pendidikan. Sebab, praktik kecurangan tersebut menurutnya sangat mungkin terjadi di Kotim.
"Saya yakin pemerintah kita sudah berusaha keras dengan aturan bagi oknum praktik penyimpangan pada satuan pendidikan. Namun bukan berarti tidak ada masalah seperti isu yang lagi ramai saat ini yaitu jual beli kursi," kata Rudianur, Kamis (1/8/2024).
Ia mengatakan, niat pemerintah baik untuk BPBD 2024 namun dalam praktiknya pasti ada penyimpangan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Olehnya itu dirinya berharap perlu ada evaluasi segera dari Dinas terkait.
"Dengan adanya sistem zonasi kecil kemungkinan terjadi jual beli kursi masuk sekolah. Olehnya itu perlu adanya evaluasi segera," ujarnya.
Ia menambahkan, ramainya isu jual beli kursi menunjukan ada masalah dalam proses anggaran satuan pendidikan. Di beberapa tahapan, sejumlah oknum bisa mendorong orang berlaku curang agar bisa mencari keuntungan.
"Kita minta dinas terkait turunkan tim untuk telusuri kebenarannya. Kalau benar maka harus dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku," tutupnya. (f1/sb)