seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Terjebak di Irak, Warga Palangka Raya Kirim Rekaman Video Minta Tolong

by Redaksi - Tanggal 07-08-2024,   jam 06:22:47
Rekaman video RA yang meminta tolong. (FOTO: ISTIMEWA) Rekaman video RA yang meminta tolong. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Masyarakat Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya digegerkan dengan sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 23 detik.

Dimana didalam video itu direkam oleh seorang wanita berinisial RA. Dalam mengambil video itu, perempuan berusia 40 tersebut terlihat menangis dan meminta tolong untuk di pulangkan ke Indonesia.

Dari pengakuan wanita berasal dari Palangka Raya tepatnya Kelurahan Panarung itu, ia saat ini berada di Irak dan telah dikurung selama 4 bulan.

Disana ia mengaku bekerja disana, namun karena sakit ia mencoba untuk pulang. Saat berusaha untuk pulang ke Indonesia melalui agen kerjanya di Dubai, ia diminta untuk menggunakan ongkos sendiri.

Dari pihak keluarga RA telah menyediakan uang sejumlah 20 juta untuk biaya pulang, namun dari pihak agen menyatakan bahwa tiket saat ini sangat mahal dan uang yang diberikan belum mencukupi.

Namun sampai berbulan-bulan ia menunggu belum juga kembali ke Dubai maupun ke Indonesia. Melalui video itu ia memohon bantuan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk membantunya pulang.

Kadisnakertrans Kalimantan Tengah, Farid Wajdi mengatakan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalselteng di Banjarbaru.

“Info dari BP3PMI bahwa berita itu benar. Untuk penanganan Pekerja Migran Indonesia (pekerja Indonesia di luar negeri, dulu disebut TKI,red) itu dilaksanakan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan untuk wilayah Kalteng melalui BP3MI di Bajarbaru,” katanya, Rabu (7/8/2024).

Saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi secara intens dengan Disnaker Kota Palangka Raya dan BP3MI Banjarbaru dalam penanganan kasus tersebut.

BP3MI Banjarbaru sudah mengkoordinasikan kasus tersebut ke Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Pusat untuk penanganan di tingkat pusat dan perwakilan RI di lokasi kasus.

“Kami menunggu hasil penanganan BP2MI Pusat dan harapan kami yang bersangkutan bisa segera dipulangkan,” tukasnya.

Sementara itu, Lurah Panarung, Evi Kahayanti, juga mengkonfirmasi bahwa pihaknya bersama tim gabungan sudah mengurus hal tersebut dan membenarkan korban merupakan warga panarung.

"Itu saya yang bisa saya sampaikan, saya tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut," pungkasnya. (rk/sb)